kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Proyeksi IHSG: Efek kebijakan BI akan terasa jelang akhir pekan


Kamis, 21 November 2019 / 19:35 WIB
ILUSTRASI. Pekerja berjalan di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (1/11/2019). IHSG terkoreksi 0,61% ke level 6.117,36 pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (21/11).


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,61% ke level 6.117,36 pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (21/11). Analis menilai melemahnya IHSG lantaran adanya kekhawatiran investor terhadap reksadana yang mengalami penurunan cukup dalam.

Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony mengatakan sentimen global yakni memanasnya kembali tensi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China juga memengaruhi pergerakan saham pada Kamis (21/11).

Baca Juga: IHSG turun 0,61% pada akhir perdagangan Kamis (21/11)

Chris memproyeksi, pergerakan IHSG untuk Jumat (22/11) bakal dipengaruhi oleh sentimen global, salah satunya terkait kenaikan harga komoditas. “Dari dalam negeri ada efek BI rate dan Giro Wajib Minimum yang terlihat turun,” ujarnya Kamis (21/11).

Di lain sisi, Analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji menuturkan, pergerakan IHSG untuk Jumat (22/11) akan dipengaruhi oleh sentimen penetapan 7 Days Reverse Repo Rate (7DRRR). Dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang digelar 20-21 November 2019, bank sentral memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan 7 7DRRR sebesar 5%.

Baca Juga: BI tahan suku bunga, rupiah ditutup menguat tipis

Menurut Nafan, meredanya kabar negatif dari tensi antara AS dan Tiongkok juga akan mempengaruhi pergerakan IHSG. Pada perdagangan Jumat (22/11), Nafan memproyeksi IHSG akan menguat di level 6.086-6.155. Sementara Chris memprediksi IHSG akan menguat di level 6.100-6.140.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×