kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Proyeksi ekonomi AS dipangkas, harga CPO rontok


Kamis, 21 Juni 2012 / 12:43 WIB
Proyeksi ekonomi AS dipangkas, harga CPO rontok
ILUSTRASI. Bisnis kartu kredit punya peran penting bagi kredit konsumer dengan kontribusi nomor tiga terbesar, setelah kredit rumah dan otomotif. KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

KUALA LUMPUR. Setelah kemarin melejit, harga minyak sawit alias crude palm oil (CPO) tumbang lagi di hari ini (21/6). Harga minyak nabati ini rontok, lantaran The Federal Reserves menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS. Apalagi, bank sentral AS hanya berjanji melanjutkan stimulus lama.

Akibatnya, kontrak CPO untuk pengiriman Agustus di Malaysia Derivatives Exchange sempat rontok 1,8% ke level RM 2.986 atau setara US$ 942 per metrik ton, sebelum menutup sesi pagi di level RM 2.993.

Padahal, kemarin, harga minyak sawit melesat 3,2% dan bertengger di atas RM 3.000 per metrik ton. Pemicunya, kekhawatiran cuaca kering yang bisa menyurutkan produksi kedelai. Minyak kedelai merupakan produk substitusi minyak sawit.

Kemarin, The Fed menurunkan proyeksi pertumbuhan AS di 2012 pada kisaran 1,9%-2,4%, dari proyeksi sebelumnya mencapai 2,4%-2,9%. Di saat bersamaan, The Fed juga memutuskan melanjutkan program Operation Twist senilai US$ 267 miliar hingga akhir tahun ini. Itu artinya, jangka waktu stimulus lebih pendek dari ekspektasi investor yang mengharapkan adanya program stimulus baru.

"Orang-orang mengantisipasi kabar baik dari Bernanke berupa paket stimulus baru. Tapi, keputusan The Fed dengan melanjutkan Operation Twist-nya mengecewakan banyak investor," ulas Chandran Sinnasamy, kepala trader di LT Internasional (M) Sdn., Kuala Lumpur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×