kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Proyek listrik akan menopang kinerja emiten kabel


Selasa, 01 Agustus 2017 / 10:15 WIB


Reporter: Riska Rahman | Editor: Wahyu T.Rahmawati

JAKARTA. Prospek emiten kabel di semester II-2017 diprediksi masih cerah. Walaupun pada paruh pertama 2017, tiga dari empat perusahaan kabel masih mencatatkan penurunan laba, namun adanya proyek listrik 35.000 megawatt diprediksi bakal menopang kinerja emiten kabel.

Kemarin (31/7), empat emiten kabel telah merilis laporan keuangan semester 1-2017. Dari keempat emiten tersebut, PT KMI Wire and Cable Tbk (KBLI) sukses mencatatkan pertumbuhan laba fantastis.

Pada enam bulan pertama tahun ini, KBLI berhasil mencetak pertumbuhan laba sebesar 56,27% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp 222,5 miliar. Padahal pendapatan perusahaan ini hanya tumbuh 0,28% menjadi Rp 1,29 triliun.

"Keuntungan dari hasil penjualan dan selisih kurs memberikan efek positif terhadap peningkatan kerja KBLI di semester I-2017 ini," kata Muhammad Nafan Aji Gusta, Analis Binaartha Parama Sekuritas, Senin (31/7).

Karena itu, ia optimistis pendapatan KBLI dapat terkerek 7% menjadi Rp 2,99 triliun di akhir tahun ini. Sementara, laba bersih diperkirakan terbang 31% jadi Rp 437,5 miliar.

Di sisi lain, tiga emiten kabel lainnya justru menderita penurunan laba pada paruh pertama 2017. Mereka adalah PT Kabelindo Murni Tbk (KBLM) yang labanya ambruk 69,53% menjadi Rp 6,38 miliar, di tengah pertumbuhan pendapatan sebesar 12,98%.

Serupa, PT Voksel Electric Tbk (VOKS) hanya meraup laba Rp 68,22 miliar atau terkikis 29%. Padahal pendapatan perusahaan ini tumbuh 15,44%. Hal yang sama juga terjadi pada PT Jembo Cable Company Tbk (JECC), yang labanya turun sekitar 35% menjadi Rp 52,95 miliar.

Nah, dengan adanya pembangunan infrastruktur listrik yang masif, Nafan yakin kinerja KBLM dan JECC mampu membaik di akhir tahun. "KBLM diproyeksikan mengalami kenaikan laba 7% menjadi Rp 22,7 miliar. Sedangkan JECC diperkirakan laba bersihnya terkerek 28% menjadi Rp 170 miliar," ujar dia.

Namun, Nafan tetap menyarankan investor mengoleksi saham KBLI. Menurut dia, KBLI adalah emiten yang paling mampu mengerjakan proyek pemerintah. Ia pun merekomendasikan buy untuk saham KBLI dengan target harga secara bertahap di Rp 554 dan Rp 580 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×