kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.324.000 1,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Proyek Emas Doup Dongkrak Kinerja J Resources (PSAB) Mulai 2025, Begini Progresnya


Kamis, 21 Desember 2023 / 16:16 WIB
Proyek Emas Doup Dongkrak Kinerja J Resources (PSAB) Mulai 2025, Begini Progresnya
Paparan publik?PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) bersiap memacu kinerja produksi dan penjualan lewat Proyek Doup. Tambang emas yang berlokasi di Bolaang Mongondow Timur - Sulawesi Utara ini ditargetkan mulai beroperasi di akhir tahun depan.

Direktur Utama J Resources Edi Permadi mengungkapkan Proyek Doup bakal memberikan kontribusi yang cukup signifikan bagi PSAB. Saat ini progres proyek mencapai 30%-40%. Dalam proyek ini PSAB juga pembangunan pabrik yang akan memproses 2 juta ton batu.

Memiliki total konsesi sekitar 4.000 hektare (ha), pada tahap awal PSAB akan menggarap sekitar 500 ha - 600 ha. Beroperasi mulai kuartal IV-2024, Proyek Doup diestimasikan bisa berkontribusi untuk 15 tahun ke depan.

"Proyek Doup akan memberi kontribusi yang cukup panjang. Setelah nanti berproduksi, kami akan lakukan eksplorasi lanjutan sehingga akan ada tambahan cadangan," kata Edi dalam paparan publik, Kamis (21/12).

Baca Juga: Kerugian J Resources Asia (PSAB) Membengkak Jadi US$ 13,40 Juta di Kuartal III-2023

Sebagai informasi, total investasi untuk menggarap Proyek Doup mencapai US$ 160 juta - US$ 170 juta. Hingga saat ini, PSAB telah merogoh kocek sekitar US$ 50 juta sejak memulai proyek pada tahun 2021.

Direktur J Resources Adi Maryono menambahkan, Proyek Doup bakal memberikan kontribusi yang besar mulai tahun 2025. Adi memproyeksikan bisa memproduksi sekitar 50.000 ounces dari Proyek Doup. Secara bersamaan, PSAB akan menjaga tingkat produksi dari tambang emas Bakan -Sulawesi Utara.

PSAB menargetkan produksi dari Bakan bisa stabil di atas 80.000 ounces. "Kami harapkan (Proyek Doup) beroperasi penuh pada tahun 2025, karena tahun depan masih belum full produksi. Sehingga akan ada performa yang bagus di tahun 2025 dari Bakan dan Doup," kata Adi.

Kejar Bottom Line Positif

Untuk tahun ini, Adi optimistis PSAB bisa melampaui target produksi emas di level 85.000 ounces. Adi mengestimasikan produksi emas PSAB sampai tutup tahun 2023 bisa mencapai 88.000 - 89.000 ounces. 

Dalam skenario optimistis, PSAB mengejar pertumbuhan produksi sebanyak 160% atau dapat mencapai hingga 100.000 ounces. Peluang PSAB untuk mendongkrak produksi dimungkinkan dengan adanya ekspansi penambangan ke area baru di wilayah Bakan. 

Adapun, sampai dengan kuartal III-2023 PSAB telah memproduksi emas sebanyak 50.151 ounces, dengan tingkat penjualan sebesar 49.198 ounces. PSAB pun terus menggenjot produksi pada penghujung tahun ini.

Pada bulan Oktober, produksi emas PSAB mencapai 17.148 ounces dan pada bulan November sebesar 15.350 ounces. "Di tahun ini kami melakukan pembangunan infrastruktur ke arah pit baru, dan mendapatkan grade yang bagus di kuartal IV. Kami harapkan akan menerus di Desember dan tahun 2024," kata Adi.

Sebagai informasi, dalam periode sembilan bulan 2023, PSAB meraup penjualan senilai US$ 93,08 juta atau tumbuh 20,78% secara tahunan (YoY). Namun secara bottom line, kerugian PSAB hingga September 2023 naik 396,3% (YoY) menjadi US$ 13,40 juta.

Dengan tingkat produksi dan harga emas saat ini, Edi optimistis PSAB bisa memperbaiki kinerja pada akhir tahun 2023. Sehingga bisa mengejar perolehan bottom line pada posisi yang positif. Edi juga meyakini prospek komoditas emas akan cerah pada tahun depan.

"Harapannya (harga emas) akan naik terus. Melihat dari global uncertainty, berbagai review menunjukkan (prospek emas) akan positif," imbuh Edi.

Rekomendasi Saham

Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian mengamati kenaikan harga emas memang bisa memoles kinerja emiten terkait komoditas ini. Hanya saja, potensi penurunan harga masih terbuka pada tahun depan. Fajar pun menyarankan wait and see untuk saham PSAB.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memandang secara teknikal, pergerakan harga saham PSAB masih cenderung sideways. Meski begitu, PSAB masih layak koleksi secara speculative buy terlebih dulu dengan mencermati area support Rp 86 dan resistance di Rp 91.

Adapun, pada perdagangan Kamis (21/12), saham PSAB stagnan di level Rp 88 per saham.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×