kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Protelindo menunda pelaksanaan penawaran tender wajib atas saham SUPR


Jumat, 26 November 2021 / 16:24 WIB
Protelindo menunda pelaksanaan penawaran tender wajib atas saham SUPR
ILUSTRASI. PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) adalah anak usaha dari PT Sarana Menara Nusantara Tbk Foto: Dok.Protelindo


Reporter: Sanny Cicilia | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Profesional Telekomunikasi Indonesia atau Protelindo, anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) memutuskan  menunda pelaksanaan Penawaran Tender Wajib atas saham-saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR). 

"Jadwal pelaksanaan penawaran tender wajib yang baru akan kami informasikan kemudian, sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku di Pasar Modal," tulis Protelindo dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (26/11).

Dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (26/11), Protelindo sedianya menjadwalkan periode penawaran tender wajib berlangsung pada 26 November hingga 27 Desember 2021. 

Protelindo berencana menggelar tender offer atas 67,95 juta saham atau sekitar 5,97% saham SUPR dengan harga Rp 15.640,51 per saham. Dengan begitu, Protelindo harus menyediakan dana Rp 1,06 triliun untuk penawaran tender wajib ini. 

Kewajiban Protelindo menggelar tender offer ini muncul setelah menjadi pengendali baru SUPR. Pada 4 September lalu, Protelindo menandatangani perjanjian jual beli untuk mengakuisisi 1,07 miliar saham atau 94,03% saham SUPR. Dengan transaksi pembelian Rp 15.640,51 per saham, Protelindo  sudah merogoh kocek Rp 16,73 triliun. 

"Dengan ini, Pengendali Baru menyatakan bahwa memiliki dana yang cukup dan sanggup untuk melaksanakan kewajibannya untuk melakukan pembayaran penuh kepada pemegang saham yang berhak sehubungan dengan Penawaran Tender Wajib," tulis Protelindo, Kamis. 

Dana untuk menggelar penawaran tender wajib ini berasal dari pembiayaan dengan utang dan institusi perbankan. 

Protelindo menyatakan, alasan mengakuisisi SUPR adalah untuk pengembangan usaha serta perluasan jaringan usaha, agar dapat memperkuat posisi sebagai pemilik dan operator tower independen, dalam rangka melayani operator telekomunikasi Indonesia.

Protelindo bermaksud tetap menjalankan kegiatan operasional SUPR sesuai yang ada saat ini dan melakukan efisiensi dan ekspansi bisnis untuk meningkatkan kinerja SUPR.

"Portofolio tower dan jaringan kabel fiber optik milik SUPR akan memperluas jaringan infrastruktur milik Protelindo, sehingga dapat memberikan pilihan yang semakin luas bagi para pelanggan dan memperkuat posisi kami sebagai salah satu pemilik dan operator infrastruktur telekomunikasi terbesar di Indonesia yang senantiasa memberikan pelayanan yang berkualitas," tulis manajemen. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×