Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Platform perdagangan aset kripto Indodax mengumumkan nilai Proof of Reserves (PoR) telah menembus US$ 1 miliar atau sekitar Rp 18 triliun.
Data tersebut ditampilkan melalui fitur Proof of Reserves di CoinMarketCap dan dapat diverifikasi publik melalui jaringan blockchain.
Pencapaian ini menegaskan komitmen Indodax dalam menjaga cadangan aset 1:1 serta mendorong transparansi yang bisa diuji secara terbuka. Informasi cadangan dan alamat dompet terkait dapat ditelusuri langsung secara on-chain.
CEO Indodax William Sutanto mengatakan, publikasi PoR dilakukan atas inisiatif perusahaan meski tidak diwajibkan oleh pemerintah. Menurut dia, keterbukaan ini penting untuk menjaga kepercayaan pengguna.
“Informasi cadangan dan alamat dompet dapat ditelusuri melalui blockchain sehingga publik bisa melakukan verifikasi secara mandiri,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (6/1/2025).
Baca Juga: DJP Catat Pajak Pinjaman Daring & Kripto Tembus Rp 5,81 Triliun hingga September 2025
Proof of Reserves (PoR) merupakan metode verifikasi kriptografis yang digunakan oleh platform aset kripto untuk menunjukkan bahwa perusahaan benar-benar memiliki cadangan aset sesuai yang dilaporkan.
Skema ini bertujuan memastikan dana pengguna tersedia dan dapat dipenuhi, terutama saat pasar bergejolak.
CoinMarketCap menyediakan fitur PoR untuk membantu pengguna memantau tingkat transparansi sejumlah bursa kripto, termasuk keterlacakan alamat dompet publik dan pembaruan data cadangan.
Di sisi lain, Indodax juga mengimbau pengguna untuk memperkuat keamanan akun, antara lain dengan menggunakan autentikasi berlapis (Multi Factor Authentication/MFA), memastikan perangkat dalam kondisi aman, serta mewaspadai phishing dan praktik social engineering.
“Transparansi platform penting, tetapi edukasi keamanan pengguna juga tidak kalah penting,” kata William.
Kenaikan PoR kerap dikaitkan dengan membaiknya kondisi pasar. Peningkatan ini biasanya dipengaruhi oleh naiknya harga aset kripto yang mendorong nilai cadangan dalam denominasi dolar AS, serta meningkatnya arus masuk dana dan aktivitas transaksi di platform.
Baca Juga: Dana Kelolaan (AUM) BRI-MI Tembus Rp 42,8 Triliun per Agustus 2025
Seiring itu, sentimen pasar kripto belakangan dinilai membaik, tercermin dari meningkatnya minat investor, volume transaksi, dan arus dana baik dari investor ritel maupun pelaku pasar besar.
Namun, dinamika pasar kripto tetap dipengaruhi berbagai faktor global, termasuk perkembangan geopolitik dan kondisi makroekonomi. Dalam beberapa pekan terakhir, misalnya, pasar sempat bereaksi terhadap berbagai headline global, bersamaan dengan pergerakan Bitcoin yang dilaporkan menguat ke kisaran US$ 93.000 – US$ 94.000.
Meski demikian, pelaku pasar diingatkan bahwa kenaikan jangka pendek belum tentu menandakan bull market yang berkelanjutan. Pasar kripto masih sangat dipengaruhi faktor likuiditas, regulasi, dan risiko global yang dapat berubah dengan cepat.
Selanjutnya: Apakah Berhubungan Badan Bisa Menurunkan Tekanan Darah? Ini Jawabannya
Menarik Dibaca: Apakah Berhubungan Badan Bisa Menurunkan Tekanan Darah? Ini Jawabannya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












