kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

PP Properti akan terbitkan surat utang Rp 1,6 triliun


Rabu, 18 April 2018 / 17:07 WIB
ILUSTRASI. RUPS TAHUNAN PT PP PROPERTI


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PP Properti Tbk (PPRO) tetap akan melakukan pencarian dana di pasar pada tahun ini, meskipun perusahaan tidak memiliki rencana ekspansi lahan. Perusahaan masih membutuhkan dana besar untuk membiayai modal kerja berupa pembangunan sejumlah proyek.

Tahun ini, PP Properti berencana menjual surat utang dengan target dana sekitar Rp 1,6 triliun. Sekitar Rp 1 triliun akan ditargetkan dari penerbitan obligasi dan Rp 600 miliar lagi akan dicari lewat penerbitan medium term notes (MTN).

Direktur Keuangan PPRO Indaryanto mengatakan, penerbitan obligasi tersebut merupakan bagian dari rencana Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) senilai Rp 2 triliun. "Rencana obligasi ini akan menggunakan buku Desember 2017," katanya di Jakarta, Selasa (17/4).

PPRO saat ini sudah mulai memproses penerbitan obligasi tersebut dan masih menunggu perizinan dari otoritas pasar modal. Perseroan sudah menunjuk Danareksa Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, CIMB Sekuritas dan Trimegah Sekuritas sebagai underwriter.

Dengan menggunakan buku Desember 2017, maka penerbitan obligasi tersebut akan dilakukan pada kuartal II-2018. Sedangkan penerbitan MTN direncanakan pada paruh kedua 2018.

Taufik Hidayat, Direktur Utama PP Properti, mengatakan, tahun ini pihaknya tidak akan mengakuisisi lahan karena perusahaan sudah cukup banyak membeli lahan pada tahun lalu. Namun, PPRO akan fokus melakukan produksi dengan pengembangan di proyek-proyek eksisting dan peluncuran proyek baru pada landbank yang sudah dimiliki. Tahun ini, PPRO akan menggarap proyek di 25 titik.

Dengan fokus melakukan produksi, maka PPRO tentu membutuhkan modal kerja yang besar. Selain sebagai modal kerja, dana dari penerbitan surat utang itu akan digunakan juga untuk refinancing utang dan melakukan pelunasan terhadap lahan-lahan yang dibeli tahun lalu. "Sebagian lahan yang kami beli tahun lalu, ada pembanyarannya dilakukan tahun ini," kata Taufik.

Dari sisi kinerja keuangan, PPRO menargetkan bisa membukukan pendapatan Rp 3,2 triliun pada tahun ini. Sementara laba bersih yang dibidik sebesar Rp 528 miliar dan aset diharapkan tumbuh menjadi Rp 14 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×