kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Poundsterling terangkat data ekonomi


Kamis, 12 September 2013 / 07:57 WIB
ILUSTRASI. Seorang pekerja memegang buah kelapa sawit di sebuah perkebunan di Slim River, Malaysia, 12 Agustus 2021. Malaysia merespons larang ekspor CPO oleh Indonesia. REUTERS/Lim Huey Teng.


Reporter: Cindy Silviana Sukma, Sunarti Agustina | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Poundsterling menguat terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Rilis data pengangguran tiga bulanan di Inggris yang secara mengejutkan turun, berhasil meningkatkan permintaan valuta asing ini.

Pasangan EUR/GBP, Rabu (11/9), pukul 20.30 WIB melemah 0,32% menjadi 0,8405 dibanding sehari sebelumnya. Pairing GBP/USD menguat 0,31% menjadi 1,5783 dan pasangan GBP/JPY naik 0,15% menjadi 158,182.

Tingkat pengangguran pada periode Mei-Juli 2013 di Inggris turun menjadi 7,7% dari 7,8% periode tiga bulan sebelumnya. Sinyal pemulihan ekonomi juga tercermin dari data klaim asuransi pengangguran yang turun 32.600 klaim di Agustus 2013.

Sentimen positif dari Inggris ini membuat poundsterling menguat hingga mencapai level tertinggi sejak Maret 2013 setidaknya terhadap dollar AS, euro dan yen. "Dollar AS sedang tertekan karena data ketenagakerjaan yang negatif," ujar Nizar Hilmy, analis SoeGee Futures.

Suluh Adil Wicaksono, analis Millenium Penata Futures bilang, untuk pasangan EUR/GBP, pelemahan hanya akan berlangsung sesaat. Adapun, untuk GBP/JPY, Daru Wibisono, analis Monex Investindo Futures mengatakan, yen sedang melemah terhadap dollar AS. Ini berkorelasi langsung dengan poundsterling.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×