kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

PNM Investment Management meluncurkan ETF perdana Core LQ45


Senin, 30 September 2019 / 12:26 WIB

PNM Investment Management meluncurkan ETF perdana Core LQ45
ILUSTRASI. Front Office Kantor PNM


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Minat investor pada reksadana yang dikelola secara pasif semakin tinggi. PT PNM Investment Management untuk pertama kalinya resmi meluncurkan produk reksadana PNM exchange traded fund (ETF) Core LQ45, Senin (30/9).

Direktur Utama PNM Investment Management Bambang Siswaji mengatakan minat investor terhadap produk reksadana ETF yang terus tumbuh menjadi alasan PNM turut menawarkan produk reksadana yang dikelola secara pasif ini. "Tren pengelolaan reksadana secara pasif makin diminati, karena memiliki risiko yang lebih minim meski portofolionya saham, " kata Bambang, Senin (30/9).

Di sisi lain ETF memiliki karakteristik likuid, transparan, dan risiko lebih moderat dibandingkan berinvestasi langsung di saham ataupun surat utang. Tingginya minat investor pada produk reksadana pasif juga terlihat dari banyaknya manajer investasi yang menerbitkan produk ETF serta dana kelolaan yang terus meningkat.

Baca Juga: Diakuisisi BTN, PNMIM Kerek Target Laba

Tercatat dalam periode tiga tahun terakhir produk ETF tumbuh pesat. Per akhir Juni 2019 jumlah produk ETF capai 26 produk atau tumbuh rata-rata 34,5% sejak akhir 2017. Sementara, dana kelolaan produk ETF tercatat Rp 14,12 triliun per Juni naik 41% sejak 2017.

Rencananya, produk PNM ETF Core LQ45 ini akan mengalokasikan investasi pada minimum 80% dan maksimum 100% ke saham-saham yang tercatat di indeks LQ45. Dan sisanya maksimum 20% akan dialokasikan pada instrumen pasar uang yang jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Menurut Bambang indeks LQ45 dipilih sebagai acuan karena memiliki likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar dan fundamental yang kuat.

Baca Juga: Biaya Transaksi dan Pajak ETF Dihapus

Di tengah pasar saham yang masih koreksi, menurut Bambang ini saat yg cocok bagi investor untuk masuk ke reksadana ETF apalagi untuk skala investasi jangka panjang.

Bambang menuturkan saat ini kondisi pasar saham terkoreksi karena lebih banyak dipengaruhi sentimen eksternal. Bila sentimen negatif dari global mereda maka fundamental ekonomi dalam negeri yang kuat bisa mendorong kinerja pasar saham domestik dan menguntungkan produk ETF.

Saat ini total dana kelolaan di PNM Investment capai Rp 12,1 triliun. Jumlah tersebut naik 42% dari akhir tahun 2018 sebesar Rp 8,56 triliun.


Reporter: Danielisa Putriadita
Editor: Wahyu Rahmawati

Video Pilihan


Close [X]
×