Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.469
  • SUN95,67 0,14%
  • EMAS656.000 0,46%

Perusahaan konstruksi akan dijatuhi sanksi

Selasa, 13 Maret 2018 / 12:50 WIB

 Perusahaan konstruksi akan dijatuhi sanksi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek saham emiten konstruksi pelat merah kembali tersudut. Pangkalnya adalah insiden kecelakaan yang terjadi di sejumlah proyek infrastruktur belakangan ini yang tampaknya bakal berbuah sanksi.

Pemerintah memang bertindak tegas menyikapi kecelakaan di proyek infrastruktur. Kontraktor bakal menerima sanksi atas kelalaiannya. Bulan lalu, ambil contoh, setidaknya ada tiga kecelakaan di Jakarta, termasuk di proyek tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu.


Nah, setelah melalui sejumlah evaluasi dan investigasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melayangkan surat rekomendasi pemberian sanksi ke kontraktor proyek. Sanksi itu juga mempertimbangkan rekomendasi Komite Keselamatan Konstruksi Kementerian PUPR atas kejadian ambruknya tiang tol Becakayu yang digarap oleh PT Waskita Karya Tbk (WSKT).

Oleh karena itu, WSKT termasuk perusahaan konstruksi yang akan dijatuhi sanksi. Bahkan, Basuki Hadimuljono, Menteri PUPR menyebutkan, sanksi yang dikenakan WSKT bisa sampai ke level direksi.

Basuki menyatakan sudah melayangkan surat rekomendasi sanksi ke Menteri BUMN Rini Soemarno. Sebab, Menteri BUMN yang akan menjatuhkan sanksi. "Ini (surat pencopotan) belum ditandatangani (oleh Menteri BUMN)," ungkap Basuki, di Istana Bogor, Senin (12/3).

Selain Waskita, Kementerian PUPR bakal merekomendasikan sanksi untuk BUMN karya lain, seperti Hutama Karya dan Wijaya Karya (WIKA). "Sanksi bagi tiap perusahaan berbeda. Waskita sendiri, Hutama sendiri, dan WIKA sendiri," kata Basuki.

Direktur Utama Adhi Karya, Budi Harto mengaku, pihaknya tak mendapatkan sanksi dari pemerintah. "Rasanya tidak (ada sanksi)," kata dia.

Kepala Riset Koneksi Kapital Sekuritas Alfred Nainggolan menilai, pelaku pasar perlu mencermati sejauh mana sanksi berimbas ke laporan keuangan emiten. Jika sebatas peringatan, sanksi administratif, atau ganti rugi dengan nilai tak signifikan, pengaruhnya minim bagi kinerja emiten. Jika sanksinya bisa mempengaruhi laporan keuangan, baik denda dalam jumlah besar atau pengalihan kontrak, investor patut berpikir ulang.

Namun, Vice President Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya berpendapat lain. Sanksi itu bisa berefek positif bagi emiten konstruksi BUMN. "Dengan sanksi ini, emiten justru bisa berbenah sehingga kualitas proyek dan kinerjanya semakin membaik," ujar dia.

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk, Nisa Dwiresya Putri, Riska Rahman, Sinar Putri S.Utami
Editor: Herlina Kartika

Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0635 || diagnostic_web = 0.3856

Close [X]
×