kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Perum Perumnas gandeng DIM bentuk RDPT


Rabu, 31 Agustus 2016 / 17:52 WIB
Perum Perumnas gandeng DIM bentuk RDPT


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. PT Danareksa Investment Management alias DIM bekerja sama dengan Perum Perumnas untuk meracik produk reksadana penyertaan terbatas (RDPT). Hal ini dibukukan dalam penandatanganan kerja sama antara kedua perusahaan pada Rabu (31/8).

Direktur Utama Perum Perumnas Bambang Triwibowo berujar, produk teranyar ini ditujukan untuk mendukung program pengadaan 1 juta rumah yang dilaksanakan perusahaan. Dalam skema RDPT, Perumnas akan memperoleh dana proyek dari pihak pemberi modal yang bakal dikelola oleh DIM.

Langkah ini sebagai alternatif pendanaan. Saat ini sumber pendanaan Perum Perumnas memang berasal dari pemerintah melalui Penyertaan Modal Negara (PMN), pinjaman bank, serta pendanaan internal Perumnas.

"Dana akan digunakan untuk membiayai perumahan rakyat dari berbagai proyek kami," jelasnya.

Direktur Utama DIM Prihatmo Hari Mulyanto menerangkan, perusahaan berencana mengajukan izin efektif ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada awal September 2016.

RDPT tersebut akan beraset dasar saham perusahaan non listed dari sektor yang mendukung pembiayaan perumahan. "Tapi struktur sahamnya masih kami tutup ya," imbuhnya.

Umumnya, perusahaan dapat mengantongi izin efektif dari OJK dalam kurun dua bulan hingga tiga bulan setelah pengajuan. Sehingga jika tak ada aral melintang, produk tersebut dapat dijajakan ke investor sebelum Desember 2016.

Prihatmo menjelaskan, RDPT ekuitas tersebut akan bertenor tiga tahun hingga empat tahun. Secara keseluruhan, target dana yang dibidik mencapai Rp 2 triliun. "Untuk tahun ini kami berharap dapat memperoleh dana Rp 500 miliar - Rp 600 miliar. Tidak bisa langsung besar, pasti bertahap," terangnya.

RDPT ini berpotensi memberikan imbal hasil (return) 5% di atas yield Surat Utang Negara (SUN) bertenor sama.

Ia optimistis, produk tersebut bakal laris. Sebab, di tengah tren penurunan suku bunga, investor gencar berburu RDPT dari keluarga BUMN. Alasannya, produk investasi terbitan BUMN lebih minim risiko karena milik pemerintah. Aliran dana juga berpotensi dari dana repatriasi wajib pajak kebijakan tax amnesty.

DIM merupakan pemain lama dalam meracik RDPT. Tercatat, DIM sudah meluncurkan 15 produk RDPT dengan total dana sebesar Rp 2,2 triliun. Mayoritas dana ditujukan untuk membiayai proyek-proyek BUMN.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×