kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.691   47,39   0,84%
  • KOMPAS100 735   7,50   1,03%
  • LQ45 558   5,00   0,90%
  • ISSI 198   1,20   0,61%
  • IDX30 316   2,19   0,70%
  • IDXHIDIV20 390   0,30   0,08%
  • IDX80 84   0,80   0,96%
  • IDXV30 106   -0,34   -0,32%
  • IDXQ30 102   0,32   0,31%

Pertumbuhan ekspor semen INTP tertinggi tahun lalu


Senin, 23 Januari 2017 / 11:59 WIB


Reporter: Emir Yanwardhana | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Melihat persaingan pasar domestik yang semakin ketat, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mulai gencar melakukan penetrasi di pasar global. Kendati begitu, total volume penjualan semen ini menurun 3,1% menjadi 16,43 juta ton dari 16,96 juta ton di 2015.

Analis Senior Reza Priyambada dari Binaartha Parama Sekuritas menjabarkan, data penurunan dirasakan INTP dari jualan semen di pasar domestik yang mencapai 4% menjadi 16,15 juta ton dari 16,78 juta ton.

Tapi penjualan ekspor perusahaan tumbuh drastis 77% menjadi 311 ribu ton ditahun lalu dari 176 ribu di 2015. Sehingga INTP mencatat pertumbuhan ekspor yang paling tinggi dibanding emiten semen lainnya. Sedangkan secara jumlah volume ekspor, INTP masih kalah dengan SMGR yang mencapai 632 ribu ton.

Manajemen INTP juga mulai fokus melakukan penetrasi ke pasar global dengan menyasar pasar di negara-negara Asia Tenggara. Sehingga, perusahaan  optimistis target ekspor bisa meningkat drastis menjadi 900 ribu -1 juta ton pada tahun ini. Indocement juga menargetkan pertumbuhan tingkat penjualan semen sebesar 5%-6% tahun ini.

Untuk menggariahkan pasar domestik, INTP juga sudah meluncurkan produk baru pada Oktober 2016 lalu lewat brand Semen Rajawali PPC yang menyasar konsumen di segmen menengah. Harga semen ini dibanderol dengan harga di bawah harga kompetitornya.

Reza memprediksi, pada tahun ini, pertumbuhan konsumsi semen masih tipis cenderung stagnan. Hal ini tergantung dari realisasi proyek properti dan proyek infrastruktur yang menyerap konsumsi semen paling besar di 2017. "Sementara prediksi saya, konsumsi semen hanya tumbuh 3%-5%," katanya akhir pekan lalu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×