kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Persiapkan IPO dengan target utama di Indonesia, Gojek siap dual listing


Jumat, 25 Oktober 2019 / 01:00 WIB
Persiapkan IPO dengan target utama di Indonesia, Gojek siap dual listing
ILUSTRASI. GoCar Instan di Bandara : Dari kiri: Executive General Manager Bandara Soekarno Hatta Agus Haryadi, Direktur Angkutan Jalan, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia Ahmad Yani dan Co-Founder Gojek Kevin Aluwi dalam peluncuran inovasi terbaru Gojek mela

Reporter: Titis Nurdiana | Editor: Titis Nurdiana

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Rencana PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) masuk bursa dengan penawaran saham perdana alias initial public offering (IPO) belum surut.  Co-CEO Gojek Andre Sulistyo mengaku, Gojek tengah mempersiapkan rencana tersebut.

“Saya belum bisa memastikan kapan rencana tersebut, tapi kami terus bersiap untuk masuk ke bursa saham,” ujar Andre kepada wartawan, Kamis malam (24/10). Masuk pasar saham Indonesia sebagai target utama, “Gojek tak menutup kemungkinan untuk dual listing,” ujarnya tanpa menyebut bursa dan negara yang akan dituju untuk masuk bursa.   

Menurutnya, banyak persiapan untuk masuk bursa. Selain waktu atau timing yang tepat, Gojek juga harus mempersiapkan kinerja perusahaan yang mumpuni agar bisa masuk bursa.  “Suatu saat, kami akan masuk pasar saham,” ujar pengganti Nadiem ini kepada awak media.

Co-founder Gojek dan juga yang baru-baru ini juga  ditunjuk sebagai co-CEO Kevin Aluwi menambahkan bahwa perusahaan telah membuat kemajuan signifikan dalam memastikan keberlanjutan jangka panjang bisnis, bahkan siap menghadapi persaingan ketat di pasar.

”Banyak produk inti kami mencapai margin kontribusi positif pada pertengahan tahun ini. Itu berarti bahwa kami menghasilkan uang dalam setiap transaksi, ” imbuh  Aluwi. Meski begitu, secara bottom line, Gojek belum masih menorehkan kinerja yang merah.

Saat ini, Gojek masih tetap berupaya  mengumpulkan dana segar sebesar  US$ 2 miliar sampai akhir tahun ini. Ini lantaran Gojek bersiap meningkatkan basis penggunanya di luar Indonesia. Saat ini, hanya sekitar 20% pengguna yang bertransaksi berasal dari luar Indonesia. “Target kami, kelak 50% pengguna adalah transaksi global,” ujarnya.

Ini bukan berarti pasar Indonesia tak signifikan, tapi Gojek mengaku harus mampu menapaki pasar internasional. Hingga saat ini, Gojek sudah meluncurkan layanan di Vietnam, Thailand dan Singapura - pasar yang sebelumnya didominasi oleh Grab setelah akuisisi operasi Asia Tenggara dari Uber awal tahun 2018. Sementara itu, di Indonesia, perusahaan, yang awalnya hanya berfokus pada layanan transportasi, telah mengubah dirinya menjadi aplikasi super dengan  menyediakan lebih dari 20 layanan, mulai dari pembayaran, pengiriman makanan dan logistik, hingga hiburan, kesehatan dan gaya hidup.

Andrea mengatakan,  perusahaan saat ini bernilai $ 10 miliar tetap di jalur untuk meningkatkan $ 2 miliar pada modal baru pada akhir tahun ini. Penggalangan dana unicorn tidak terpengaruh oleh Nadiem Makarim yang menerima tugas Presiden Jokowi menjadi menteri.

co-CEO Gojek Kevin Aluwi menambahkan, akan ada perubahan dalam gaya kepemimpinan di Gojek pasca-Makarim. "Nadiem jelas merupakan tipe yang lincah dan karismastik," kata Aluwi. Pendekatan berbeda akan dilakukan menjadi jauh lebih terukur, lebih banyak didorong oleh proses dan fokus [ada proses.

Di bawah kepemimpinan Makarim, Gojek berubah dari menjadi startup Indonesia kecil dengan kantor kecil di Jakarta sembilan tahun lalu, menjadi perusahaan regional dengan nilai US$ $ 10 miliar dengan dukungan lokal dan internasional yang kuat.

Saat ini, klain Gojek, ada 25 juta pengguna aktif, lebih dari 155 juta unduhan aplikasi konsumen, seerta lebih dari 2 juta mitra pengemudi, 500.000 mitra dagang, dan 60.000 penyedia layanan di ekosistemnya. “Gojek telah mencapai titik dalam ukuran dan skalanya yang mengharuskan kami mendekati berbagai hal secara berbeda,” ujarnya.


Tag


TERBARU

Close [X]
×