kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Pernyataan Powell mengangkat harga minyak


Kamis, 14 November 2019 / 07:22 WIB
Pernyataan Powell mengangkat harga minyak
ILUSTRASI. Operasional rig di Midland, Texas, AS pada 13 Februari 2019. Kamis (14/11) pukul 7.07 WIB, harga minyak WTI untuk pengiriman Desember 2019 naik 0,52% ke US$ 57,42 per barel.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak mulai naik lagi sejak kemarin. Kamis (14/11) pukul 7.07 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember 2019 di New York Mercantile Exchange naik 0,52% ketimbang hari sebelumnya ke US$ 57,42 per barel.

Kemarin, harga minyak acuan Amerika Serikat (AS) ini sudah naik 0,56% dalam sehari. Tapi, harga minyak masih cenderung bergerak mendatar dalam sepekan terakhir.

Salah satu penyokong kenaikan harga minyak adalah pernyataan Gubernur Federal Reserve Jerome Powell yang menyebutkan bahwa ekonomi AS masih akan ekspansi secara berkelanjutan dengan dampak penurunan suku bunga yang masih akan terasa. "Outlook dasar masih tetap menguntungkan," kata Powell kemarin.

Baca Juga: Duh, Neraca Dagang Berpotensi Defisit Lagi premium

Penyokong harga minyak lainnya adalah pernyataan OPEC bahwa tidak ada sinyal resesi global. Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo mengatakan, fundamental ekonomi global masih kuat dan dia yakin AS dan China akan mencapai kesepakatan dagang.

"Hal ini akan menghilangkan awan gelap yang membayangi ekonomi global," kata Barindo. Dia menambahkan bahwa saat ini masih terlalu dini untuk membicarakan kebijakan produksi OPEC pada pertemuan Desember mendatang.

Baca Juga: Gawat, perundingan dagang AS-China terhenti karena ketidaksepakatan pada sejumlah isu

Barkindo pun mengatakan bahwa produksi shale oil di AS naik lebih rendah daripada prediksi pada tahun depan. Tapi, Energy Information Administration (EIA) di AS memprediksikan produksi minyak AS akan mencapai rekor 13 juta barel per hari pada bulan ini dan naik lebih tinggi daripada prediksi pada 2019 dan 2020.

Kemarin, American Petroleum Institute menyebutkan bahwa terjadi penurunan stok minyak AS pada pekan lalu. Penarikan minyak mencapai 541.000 barel. Angka ini berkebalikan dengan ekspektasi analis yang meramalkan penambahan persediaan minyak sebesar 1,6 juta barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×