kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Perkuat Omnichannel, Blibli (BELI) Andalkan Gudang Marunda dan AI Genjot Kinerja


Jumat, 09 Januari 2026 / 14:51 WIB
Perkuat Omnichannel, Blibli (BELI) Andalkan Gudang Marunda dan AI Genjot Kinerja
ILUSTRASI. Gudang Blibli Marunda, Jakarta Utara (KONTAN/Chelsea Anastasia)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Di tengah persaingan bisnis e-commerce yang semakin ketat, PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli terus memperkuat fondasi omnichannel sebagai strategi utama pertumbuhan.

Dengan didukung pengembangan infrastruktur logistik, optimalisasi gudang berteknologi tinggi, serta integrasi layanan digital dan fisik, Blibli menegaskan komitmennya untuk menjaga momentum pertumbuhan kinerja sekaligus meningkatkan efisiensi operasional ke depan.

Saat ini Blibli memiliki 13 gudang dengan jumlah luas gudang mencapai sekitar 200.000 meter persegi, serta 19 pusat distribusi (hubs).

Baca Juga: Blibli Tutup 2025 dengan Capaian Penghargaan dari Strategi Omnichannel hingga ESG

Paling terbaru, Gudang di Marunda, di Bekasi Jawa Barat, yang mulai beroperasi secara bertahap sejak Oktober 2024. Gudang ini memiliki luas 100.000 meter persegi dan perlahan telah mulai menunjukkan potensinya dalam memperkuat kapasitas logistik serta pemenuhan pesanan.

Saat ini gudang Blibli juga telah menggunakan layanan Fulfillment At Speed (FAS) yang melengkapi jaringan logistik Blibli yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Dengan penerapan smart logistic dan supply chain management didukung berbagai teknologi dan sistem otomasi, fasilitas ini dirancang untuk menghadirkan keandalan end-to-end,” ujar Bayu Sudjono, Group Head of Supply Chain Blibli, saat media visit Gudang Marunda di Bekasi, beberapa waktu lalu.

Untuk ekspansi di tahun ini, BELI belum memaparkan berapa kisaran nilai belanja modal yang akan dianggarkan di tahun ini. Namun, Presiden Direktur BELI Kusumo Martanto yakin, pengoperasian Gudang Marunda serta optimalisasi arus barang dan efisiensi, akan turut mendukung pertumbuhan di masa mendatang.

Sebagai bagian dari dorongan inovasi yang berkelanjutan, BELI akan terus memanfaatkan kekuatan kecerdasan buatan untuk memahami pelanggan dengan lebih baik, mempersonalisasi setiap interaksi, dan memberikan inisiatif pemasaran yang lebih terarah dan personal. 

Di saat yang sama, BELI terus melakukan manajemen biaya secara hati-hati dan alokasi modal yang disiplin guna memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan peningkatan nilai.

“Dengan fondasi yang kokoh, infrastruktur omnichannel yang terus diperkuat, dan peta jalan strategis yang jelas, perusahaan berada di posisi yang tepat untuk terus menangkap peluang pasar,” ungkap Kusumo.

Baca Juga: Kinerja Saham Multifinance Awal 2026 Belum Solid, Analis Belum Melihat Peluang Beli

Gudang Marunda juga mengimplementasikan desain bangunan dengan konsep green building demi menciptakan bisnis berkelanjutan.

Bayu mengatakan, layanan all-in-one business enabler yang berfokus pada layanan B2B2C, FAS mendukung operasional brand dari hulu ke hilir melalui jaringan pergudangan strategis yang terhubung dengan sistem berbasis AI (Artificial Intelligence) dan ML (Machine Learning).

Layanannya mencakup pengelolaan inventory, manajemen toko, distribusi online maupun offline, integrasi marketplace, hingga dukungan pemasaran, layanan pelanggan, dan kapabilitas impor.

Dalam sembilan bulan pertama tahun 2025, pendapatan Blibli mencapai Rp 15,2 triliun, naik 25,95% secara tahunan. Namun, perusahaan ini masih mencatatkan rugi Rp 1,86 triliun, stagnan dari periode sama di tahun 2024 yang rugi Rp 1,86 triliun.

Pertumbuhan paling tinggi disokong kontribusi kategori elektronik konsumen, khususnya dengan volume penjualan smartphone yang lebih tinggi kepada pelanggan ritel dan klien institusi.

“Kami terus mengusung omnichannel, volume penjualan smartphone lebih tinggi karena banyak produk baru, termasuk penambahan toko merek-tunggal baru untuk merek hello (Apple) dan Huawei serta toko multi merek Blibli,” lanjutnya.

Ke depan tentunya BELI akan terus menggenjot toko elektronik konsumen baru. Yang mana BELI telah menambah 13 toko elektronik konsumen baru sepanjang kuartal ketiga tahun 2025. Dicatatnya BELI telah mengoperasikan sebanyak 236 toko elektronik konsumen per akhir bulan September 2025, yang terdiri dari 127 toko merek-tunggal dan 109 toko multi-merek.

Selain itu, perushahaan ini mengelola 58 gerai supermarket premium yang dioperasikan oleh Ranch Market. Untuk mendukung kategori home and living, perusahaan ini mengelola 38 home and living experience centers yang dioperasikan oleh Dekoruma, untuk memperluas jaringan omnichannel konsumen dalam kategori ini.

Platform OTA milik Blibli, yakni tiket.com menyediakan ragam produk dan layanan, termasuk tiket penerbangan di 143 maskapai domestik dan internasional yang melayani lebih dari 220 negara, kawasan, dan teritori, menyediakan lebih dari 3,6 juta pilihan akomodasi.

Baca Juga: Penguatan Produk dan Daya Beli Menopang Unilever (UNVR), Cek Rekomendasi Sahamnya

BELI juga mencatat segmen usaha institusi yang telah melayani lebih dari 107.000 klien institusi dan akan terus dibidik bertambah dengan tingkat monetisasi yang terus tumbuh, yang mana dicatat naik 59% pada sembilan bulan pertama 2025.

Selanjutnya: Banjir Bandang dan Longsor Terjang Melawi Kalbar, 14 Desa Terdampak

Menarik Dibaca: Marty Supreme dan 6 Film Tentang Olahraga yang Bakal Bikin Semangat Membara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×