kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Perkembangan nuklir di Iran memacu laju harga emas dan perak


Selasa, 03 Januari 2012 / 06:00 WIB
ILUSTRASI. Vaksin corona. (KONTAN/Fransiskus Simbolon)  


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

LONDON. Harga kontrak emas dan perak mencatatkan kenaikan malam tadi. Pada pukul 17.32 waktu London, harga kontrak emas untuk pengantaran cepat naik 0,2% menjadi US$ 1.566,37 per troy ounce. Sementara, harga kontrak perak naik 0,1% menjadi US$ 27,8625 per troy ounce.

Lonjakan harga emas terjadi setelah Iran diberitakan sudah memproduksi batangan bahan bakar nuklir pertamanya. Kondisi itu menyebabkan investor cemas sehingga memburu emas sebagai safe haven.

Asal tahu saja, Iranian Student News Agency mengutip Badan Atom Energi Iran menulis, sebuah batang bahan bakar buatan domestik sudah dibuat dan diujicoba ke dalam inti reaktor nuklir setelah lulus tes uji coba. Batang bahan bakar nuklir mengandung uranium yang menyediakan bahan bakar untuk membangkitkan listrik tenaga nuklir. Diberitakan pula, reaktor Teheran memproduksi radioisotop untuk pengobatan kanker.

"Rencana nuklir Iran sudah memicu kekhawatiran karena akan menyebabkan adanya sanksi lanjutan ke negara itu. Sanksi akan datang dari AS dan sejumlah negara lain. Hal ini akan berdampak positif bagi pergerakan harga emas karena diburu investor," urai Gnanasekar Thiagarajan, director Commtrendz Risk Management Services Pvt dari Mumbai.

Seperti yang diketahui, belakangan, AS dan aliansinya memang sudah meningkatkan tekanan atas Iran agar negara itu menghentikan program pengembangan reaktor nuklirnya. Pemberian sanksi diresmikan secara hukum yang ditandatangani langsung oleh Presiden Barack Obama pada 31 Desember lalu. Beberapa sanksinya yakni membatalkan sejumlah perjanjian dengan bank sentral Iran dan pertimbangan Uni Eropa untuk melarang masuk impor minyak dari Iran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×