kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pergerakan indeks masih dibayangi kenaikan BBM


Senin, 26 Maret 2012 / 07:54 WIB
ILUSTRASI. OJK menyebutkan, perkembangan sekuritisasi aset masih terbatas.


Reporter: Dyah Ayu Kusumaningtyas | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Setelah ditutup di zona hijau sebelum liburan panjang, analis memprediksi secara teknikal dan fundamental, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan melanjutkan penguatan.

Selama sepekan kemarin (19 Maret-22 Maret), IHSG sudah menguat 0,32%. Pagi ini, indeks berpotensi melanjutkan reli dengan dukungan penguatan Wall Street akhir pekan dan pembukaan bursa regional pagi ini yang cenderung positif.

Analis Saham Panin Sekuritas Purwoko Sartono memprediksi, pada pembukaan awal pekan ini, IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas.

"Kami memproyeksikan indeks akan bergerak pada kisaran support-resistance 4.020-4.068 pada hari ini," tuturnya. Saham pilihan yang direkomendasikan Purwoko, antara lain ASII, BBRI, PNBN, PNLF, CLPI, IMAS.

Sementara, Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang mengungkapkan bahwa aksi beli fund managers Amerika Serikat (AS) atau aksi windows dressing membuat wall Street menguat sampai akhir pekan kemarin (24/3).

Secara teknikal, Edwin melihat pola Hanging Man pada IHSG yang menandakan tren naik sudah mencapai puncaknya disaat aksi beli berkurang.

Sedangkan Pengamat Pasar Modal Jimmy Dimas Wahyu melihat, IHSG kembali pada fase konsolidasi akibat sentimen kenaikan harga BBM bersubsidi pada 1 April nanti. Menurutnya, hal itu masih akan membayangi aksi pelaku pasar.

"Selama sepakan depan, saya perkirakan IHSG akan berada di support 4.000 dan 4.060 sebagai resistancenya," ujar Jimmy.

Edwin menyarankan, dalam rangka menghindari hal yang tak terduga menjelang pengumuman kenaikan harga BBM bersubsidi, 1 April nanti, sebaiknya investor mulai mengurangi portfolio saham yang sudah menuai untung. "Pegang cash dan tetap mengamati perkembangan pasar lebih lanjut," sarannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×