kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Per September 2019, Waskita Karya Tbk (WSKT) kantongi kontrak baru Rp 15 triliun


Selasa, 15 Oktober 2019 / 19:26 WIB

Per September 2019, Waskita Karya Tbk (WSKT) kantongi kontrak baru Rp 15 triliun
ILUSTRASI. Waskita Karya Tbk (WSKT) pastikan Tol Jakarta-Cikampek Elevated bisa digunakan pada Natal 209.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Per September 2019, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp 15 triliun. Dari perolehan tersebut, nilai kontrak terbesar berasal dari Tol Trans Sumatra sebesar Rp 5 triliun. 

Sekretaris Perusahaan PT Waskita Karya Tbk Shastia Hadiarti menjelaskan hingga akhir tahun perusahaan berharap bisa mencapai target nilai kontrak baru sekitar Rp 40 triliun hingga Rp 44 triliun. Apabila target kontrak baru tercapai, maka Waskita mencatatkan pertumbuhan kontrak baru 62,96% dari tahun 2018 yang tercatat Rp 27 triliun. 
Asal tahu saja, target kontrak baru Waskita sudah melalui penyesuaian dari target awal Rp 55 triliun menjadi Rp 44 triliun. 

"Saat ini Waskita sedang mengikuti beberapa tender proyek di Kalimantan dan di luar negeri," jelas Shastia kepada Kontan.co.id, Selasa (15/10). 

Baca Juga: Akhir Oktober, Waskita Karya (WSKT) dapat pembayaran empat proyek turnkey Rp 2,52 T

Dalam catatan Kontan.co.id, Waskita menyebutkan beberapa proyek bisa mendorong perusahaan untuk mencapai target kontrak baru. Antara lain pembangunan jalan tol 20%, pekerjaan sipil lain 21%, precast 17%, gedung 15%, LRT dan jalur kereta api 13%, energi dan transmisi 4%, bendungan 4% dan irigasi 1%. 

Di lain sisi, per September 2019 Waskita telah menerima pembayaran proyek sebesar Rp 15 triliun. Dana tersebut berasal dari pembayaran turnkey sekitar Rp 3 triliun dan proyek konvensional sekitar Rp 10 triliun. "Salah satunya dari pembayaran proyek LRT Palembang sebesar Rp 2,3 triliun," jelas dia. 

Sepanjang 2019, Waskita menargetkan penerimaan pembayaran proyek sebesar Rp 40 triliun. Di mana sebesar Rp 26 triliun berasal dari proyek turnkey dan sebesar Rp 14 triliun berasal dari proyek konvensional. Dus, Waskita masih menunggu pencairan proyek Rp 35 triliun lagi. 

"Perolehan dana tersebut akan digunakan untuk mendanai belanja modal tahun ini yang sebagian besar dialokasikan untuk pengembangan jalan tol," jelas Shastia. 

Selain itu, dana tersebut juga akan digunakan untuk meningkatkan posisi rasio keuangan Waskita. 

Baca Juga: Beberapa investor asing dan lokal minati konsensi tol Waskita Karya (WSKT)

Sampai Juni 2019 serapan belanja modal Waskita tercatat sebesar Rp 8 triliun dari anggaran tahun ini sebesar Rp 22 triliun. 


Reporter: Benedicta Prima
Editor: Herlina Kartika

Video Pilihan


Close [X]
×