Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
JAKARTA. Pada penutupan sesi I, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terjerembab. Indeks ditutup dengan penurunan 0,49% menjadi 3.119,89.
Penurunan indeks masih disebabkan memerahnya saham-saham blue chips. Ambil contoh, saham milik PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) yang turun 1,11% menjadi Rp 9.000, PT Bank Central Asia (BBCA) yang turun 1,65% menjadi Rp 6.050, dan PT bank Mandiri (BMRI) yang turun 0,83% menjadi Rp 6.000.
Menurut Nico Omer Jockenhere, analis Valbury Asia Futures, penurunan saham-saham blue chips merupakan hal yang wajar. "Penurunannya memiliki korelasi dengan kondisi pasar hari ini," jelasnya. Nico melihat, ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan indeks hari ini.
Pertama, kenaikan IHSG sudah relatif tinggi beberapa waktu terakhir. Kedua, pelaku pasar melihat ada ketidakpastian di market sampai pertemuan Bank Indonesia (BI) nanti. Ketiga, menjelang lebaran dan libur panjang, banyak pelaku pasar yang ambil untung (profit taking).
Pada perdagangan hari ini, sekitar 63 saham naik, 94 saham turun, dan 70 saham lainnya tak berubah. Sementara itu, total saham yang ditransaksikan mencapai 2,6 miliar saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)