kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.525   25,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Penjualan Alat Berat United Tractors (UNTR) Melonjak 126,8% Hingga April 2022


Selasa, 31 Mei 2022 / 07:00 WIB


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT United Tractors Tbk (UNTR) berhasil mencatatkan kenaikan penjualan alat berat Komatsu. Sepanjang empat bulan pertama 2022, UNTR telah menjual 2.062 unit Komatsu. Angka ini naik 126,8% dari penjualan di periode yang sama tahun lalu yang hanya 909 unit.

Adapun pangsa pasar atau market share Komatsu per April 2022 sebesar 29%.

Sektor pertambangan masih menjadi tulang punggung penjualan Komatsu. Dari total 2.062 alat berat yang terjual, sebanyak 61% merupakan penjualan ke sektor pertambangan, disusul sektor konstruksi sebesar 18%. 

Baca Juga: India Impor Batubara, Prospek Saham Batubara Kian Cerah

Semeentara itu, penjualan ke sektor kehutanan sebesar 12% dan penjualan ke sektor agribisnis sebesar 9% dari total penjualan.

Meski secara akumulatif naik, penjualan Komatsu di April 2022 mengalami Koreksi. Tercatat, UNTR menjual 368 unit Komatsu pada periode bulan April 2022. Jumlah ini terkoreksi 42,13% dari penjualan Maret 2022 yang mencapai 636 unit. Penjualan Maret masih memegang rekor penjualan tertinggi sepanhjang tahun ini.

Namun, bila dibandingkan dengan penjualan pada April 2021 atau secara year-on-year, penjualan Komatsu pada April 2022 masih bertumbuh 66,51%. Penjualan Komatsu pada April 2021 hanya 221 unit.

Adapun pertambangan masih mendominasi penjualan Komatsu pada bulan lalu, dimana 66% penjualan dilempar ke sektor pertambangan, disusul penjualan ke sektor konstruksi sebesar 15%, sektor agribisnis sebesar 10%, dan sektor kehutanan sebesar 9%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×