kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45975,16   -1,28   -0.13%
  • EMAS916.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.19%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Penjualan alat berat tumbuh positif, ini rekomendasi saham United Tractors (UNTR)


Sabtu, 25 September 2021 / 13:07 WIB
Penjualan alat berat tumbuh positif, ini rekomendasi saham United Tractors (UNTR)
ILUSTRASI. Sejumlah alat berat Komatsu milik United Tractors . KONTAN/Cheppy A. Muchlis

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Segmen penjualan alat berat Komatsu milik PT United Tractors  Tbk (UNTR) berhasil tumbuh positif. UNTR berhasil menjual 326 unit komatsu di periode Agustus 2021, melesat 119,41% dari penjualan di periode Juli 2021 yang sebanyak 203 unit alat berat.

Anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) ini berhasil menjual 1.890 unit alat berat sepanjang delapan bulan pertama 2021. Jumlah ini naik 81,20% dari realisasi penjualan di periode yang sama tahun lalu sebesar 1.043 unit. Pangsa pasar Komatsu per Agustus 2021 berhasil bertahan di angka 21%.

Analis BRIDanareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri menilai, moncernya penjualan alat berat Komatsu terjadi berkat solidnya harga komoditas, utamanya batubara dan nikel. Solidnya harga komoditas mendorong peningkatan volume penjualan Komatsu ke sektor pertambangan, yang naik 146,4% secara year-on-year (yoy).

Baca Juga: Agustus 2021, penjualan alat berat merek Komatsu milik United Tractors (UNTR) melesat

Adapun volume penjualan Komatsu sepanjang delapan bulan pertama 2021 sejalan ekspektasi BRIDanareksa Sekuritas, yakni mewakili 63% dari proyeksi.

Stefanus meyakini, solidnya harga batubara belakangan ini berpotensi mengatrol kinerja UNTR tahun 2021. Harga batubara yang mencapai US$ 180 per ton mendorong permintaan alat berat yang kokoh, dengan UNTR menargetkan volume penjualan Komatsu sebanyak 2.800 unit–3.000 unit tahun ini.

“Untuk mencapai target tersebut, UNTR perlu menjual 228 unit–278 unit Komatsu per bulan di sisa bulan 2021,” tulis Stefanus dalam riset yang dipublikasikan Jumat (24/9).

Selain itu, kuatnya harga batubara juga mendorong UNTR untuk memberikan diskon yang lebih rendah kepada penambang batubara. Stefanus mencatat, potongan yang diberikan UNTR kepada penambang hanya sebesar hanya US$ 35 juta tahun ini, menurun dari diskon yang diberikan tahun lalu yang mencapai US$ 165 juta.

 

 

UNTR menargetkan produksi batubara yang stagnan dari tahun lalu, yakni sebesar 115 juta ton seiring dengan berakhirnya kontrak penambangan dengan Adaro Indonesia pada akhir Juli 2021. Faktor ini juga lah yang akan mendorong kenaikan pendapatan tahun 2021.

Tahun ini, BRIDanareksa Sekuritas memproyeksikan UNTR mampu membukukan pendapatan senilai Rp 71,27 triliun dan akan naik menjadi Rp 74,21 triliun di tahun depan. Sementara itu, laba bersih diperkirakan mencapai Rp 8,80 triliun di tahun ini dan akan naik menjadi Rp 9,55 triliun di tahun 2022.

BRIDanareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham UNTR dengan target harga Rp 30.000 per saham. Risiko utama rekomendasi ini termasuk koreksi harga batubara yang baru-baru ini membumbung tinggi. 

Baca Juga: Penjualan alat berat United Tractors (UNTR) tertinggi sejak April 2019, ini sebabnya

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
The Hybrid Salesperson The New Way to Sell in The New Era Certified Supply Chain Manager (CSCM) Batch 2

[X]
×