kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Penggerus Nikkei: Fiscall cliff & bailout Yunani


Jumat, 09 November 2012 / 07:58 WIB
ILUSTRASI. Cave syndrome adalah syndrome yang membuat seseorang merasa cemas dan ketakutan untuk melakukan kegiatan di luar rumah. (KONTAN/Baihaki)


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Bursa Jepang memerah pada transaksi pagi ini. Pada pukul 09.45 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 1,1% menjadi 8.736,34. Ini merupakan penurunan di hari kelima. Sementara, indeks Topix merosot 1% menjadi 727,91.

Penurunan bursa Negeri Sakura terjadi seiring aksi jual saham-saham big cap. Beberapa di antaranya: Sony Corp yang turun 1,8%, Sumitomo Rubber Industries Ltd turun 5,9%, dan Nexon Co anjlok 15%.

Adapun sentimen yang menyebabkan bursa Jepang terkulai adalah penguatan yen di tengah kecemasan penundaan penggelontoran bailout Yunani. Kondisi ini yang kemudian menyebabkan saham-saham eksportir dilanda aksi jual.

"Investor merasa cemas. Banyak hal yang harus dicemaskan mulai dari ekonomi AS yang harus menghadapi fiscal cliff serta penundaan pengucuran bailout untuk Yunani," jelas Shane Oliver, head of investment strategy AMP Capital Investors Ltd.

Catatan saja, indeks Topix sudah naik 2,3% dari 6 September hingga kemarin setelah Bank Sentral Eropa memulai gelombang pengucuran stimulus untuk mendongkrak perekonomian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×