kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Pendapatan naik, tapi laba bersih GMF Aero Asia (GMFI) tertekan


Rabu, 31 Oktober 2018 / 22:45 WIB
ILUSTRASI. Pesawat Garuda Indonesia di GMF AeroAsia


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga kuartal ketiga tahun ini, PT GMF AeroAsia Tbk (GMFI) mengakumulasikan pendapatan US$ 334,69 juta. Pendapatan ini naik 8% dibanding periode sama tahun lalu, US$ 310,54 juta.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, Rabu (31/10), beban usaha GMFI naik sekitar 16% menjadi US$ 295,68 juta. Dibalik kenaikan ini, porsi beban usaha terhadap pendapatan GMFI juga naik menjadi 88% dari sebelumnya 82%.

Kerugian kurs GMFI juga melompat sekitar 25 kali menjadi US$ 1,72 juta dari sebelumnya US$ 67.563. Ini kian menekan laba GMFI.

Laba usaha GMFI turun sekitar 33% menjadi US$ 37,29 juta. Laba bersihnya pun turun sekitar 31% menjadi US$ 26,98 juta dari sebelumnya US$ 38,15 juta.

Meski demikian, harga saham GMFI pada penutupan sore tadi naik 6 poin ke level Rp 250 per saham.

Belum lama ini, GMFI menjalin kerjasama dengan China Communication Construction Company (CCCC) untuk membangun pabrik ban pesawat pertama di Indonesia.

Total nilai investasi yang ditanamkan China sebesar US$ 500 juta. Perjanjian kerjasama antara GMFI dan CCCC diresmikan pada saat pertemuan tahunan IMF-World Bank di Bali, belum lama ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×