kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45989,59   -6,37   -0.64%
  • EMAS998.000 -0,60%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Pendapatan Naik, Rugi Bersih Wintermar (WINS) Malah Membengkak di Semester I-2022


Rabu, 28 September 2022 / 22:12 WIB
Pendapatan Naik, Rugi Bersih Wintermar (WINS) Malah Membengkak di Semester I-2022
ILUSTRASI. Wintermar Offshore Marine (WINS) berhasil mencetak pertumbuhan kinerja pendapatan pada paruh pertama tahun ini.


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) berhasil mencetak pertumbuhan kinerja pendapatan pada paruh pertama tahun ini. Berdasarkan laporan keuangan WINS, emiten pelayaran ini mengantongi pendapatan US$ 25,06 juta atau meningkat 24,80% dari periode yang sama tahun lalu US$ 20,08 juta.

Tapi dari sisi bottom line, WINS mengalami pembengkakan rugi bersih 82,48% dari sebelumnya hanya US$ 564.256 menjadi US$ 1,02 juta pada paruh pertama tahun ini.

Jika dilihat lebih rinci, pendapatan dari sewa kapal berkontribusi US$ 22,46 juta dan pendapatan jasa pelayaran lainnya menyumbang US$ 2,6 juta.

Baca Juga: Wintermar (WINS) Kempit Kontrak Baru US$ 61 Juta hingga Agustus 2022

Sejalan dengan itu, WINS mencatat kenaikan beban langsung sebesar 35,82% menjadi US$ 22,79 juta pada semester 1-2022, padahal pada periode yang sama tahun lalu hanya US$ 16,78 juta.

Dengan demikian, Wintermar Offshore Marine memperoleh laba kotor senilai U$ 2,26 juta atau menyusut 31,72% dari periode yang sama tahun lalu US$ 3,31 juta. Selain itu, pada pos beban usaha juga meningkat dari US$ 2,61 juta menjadi US$ 3,15 juta.

Alhasil, WINS harus menanggung rugi bersih US$ 1,02 juta pada paruh pertama tahun ini.

Baca Juga: Bidik Pertumbuhan Bisnis, Wintermar (WINS) Akan Menambah Empat Kapal Tahun Ini

Investor Relations WINS Pek Swan Layanto menjelaskan, pendapatan perusahaan dari penyewaan kapal milik lebih rendah dari perolehan pada semester pertama tahun ini. Sementara pendapatan dari jasa pelayaran mengalami kenaikan dari US$ 782.276 menjadi US$ 2,6 juta pada semester pertama tahun ini.

"Gross profit dari kapal milik lebih rendah dari paruh pertama tahun lalu lantaran beberapa hal, misalnya ada berapa ongkos tambahan yang terjadi dari kapal yang kena kasus Covid-19 omicron sebelum mulai kontrak," kata dia kepada Kontan.co.id, Rabu (28/9).

Menurutnya ini dapat menambah ongkos kapal milik, sedangkan belum dapat mulai pendapatan sewa. Selain itu, ada biaya bunker untuk demobilisasi kapal kembali ke Indonesia setelah selesai kontrak di luar negeri. Hanya saja ia belum dapat menyampaikan porsi kontrak dari luar negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×