kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Pendapatan meningkat, simak kinerja Bukalapak (BUKA) hingga kuartal III 2021


Rabu, 01 Desember 2021 / 06:20 WIB
Pendapatan meningkat, simak kinerja Bukalapak (BUKA) hingga kuartal III 2021
ILUSTRASI.


Reporter: Kenia Intan | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan teknologi PT Bukalapak.com Tbk mengumumkan kinerja keuangan kuartal ketiga yang berakhir pada akhir September 2021. Secara garis besar, emiten berkode saham BUKA itu membukukan kinerja yang positif. 

Mengutip keterangan resminya, total processing value (TPV) selama kuartal ketiga 2021 bertumbuh 45% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 31,2 triliun. Dengan capaian ini, TPV BUKA sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2021 ini melesat 51% yoy menjadi 87,9 triliun. 

Manajeme BUKA mencermati, pertumbuhan TPV itu didukung oleh peningkatan jumlah transaksi sebesar 25% dan kenaikan sebesar 21% pada average transaction value (ATV) sepanjang sembilan bulan pertama di 2020 sampai dengan sembilan bulan pertama 2021. 

"Sebanyak 73% TPV Bukalapak berasal dari luar daerah Tier 1 di Indonesia, di mana penetrasi all-commerce dan tren digitalisasi warung serta toko ritel tradisional terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat," papar manajemen BUKA dalam keterangan resminya, Selasa (30/11). 

Baca Juga: Harga saham BUKA loyo, MTEL menguat di perdagangan bursa Selasa (30/11)

Mitra Bukalapak merupakan penggerak utama pertumbuhan. Di mana, TPV Mitra pada kuartal ketiga 2021 dan sembilan bulan pertama 2021 bertumbuh 129% yoy dan 179% yoy menjadi masing-masing Rp 16 triliun dan Rp 40 triliun. 

Kontribusi Mitra terhadap TPV Bukalapak meningkat dari 33% pada kuartal ketiga 2020 menjadi 51% pada kuartal ketiga 2020. Adapun ATV Mitra pada sembilan bulan pertama tahun ini meningkat sebesar 63% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini didukung oleh berkembangnya variasi produk dan jasa yang  ditawarkan oleh Bukalapak kepada para Mitra. 

"Pada akhir September  2021, jumlah Mitra yang telah terdaftar mencapai 10,4 juta,  meningkat dari 6,9 juta pada akhir Desember 2020," imbuh manajemen BUKA.

Baca Juga: Bank Incar Transaksi E-Commerce

Alhasil, pendapatan BUKA di kuartal ketiga 2021 terkerek 58% yoy menjadi Rp 484 miliar. Sementara, pendapatan sejak awal tahun hingga akhir September 2021 ini mampu bertumbuh 42% yoy menjadi Rp 1,3 triliun. 

Adapun kontribusi Mitra Bukalapak pada kuartal ketiga 2021 tumbuh sebesar 258% yoy menjadi Rp 206 miliar. Di sisi lain, meningkat 42% dibandingkan kuartal sebelumnya atau kuartal kedua 2021.  Capaian ini mencerminkan kontribusi Mitra Bukalapak terhadap pendapatan meningkat dari 19% pada kuartal ketiga 2020 menjadi 43% pada kuartal ketiga 2021. Sekadar informasi, Mitra Bukalapak membukukan pendapatan hingga Rp 496 miliar sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2021. Angka ini bertumbuh 298% yoy. 

Ke depan, BUKA akan terus fokus pada strategi untuk mencapai pertumbuhan  yang kuat dan berkelanjutan, diiringi dengan pengelolaan yang baik  terhadap biaya operasional. 

Biaya operasional pada kuartal ketiga 2021 meningkat 27% yoy, sementara biaya operasional sepanjang sembilan bulan pertama 2021 naik lebih minim 4% yoy. Tekanan ini terbantu  berbagai inisiatif baru yang diluncurkan oleh BUKA.

Baca Juga: Bukalapak luncurkan fitur agen BukaSend bagi mitranya

Sejalan dengan hal ini, rasio biaya operasional pada kuartal ketiga 2020 terhadap TPV menurun dari 3,0% menjadi 2,7% di kuartal III 2021. Adapun sepanjang sembilan bulan pertama 2021, rasio beban operasional terhadap TPV turun menjadi 2,7% dibandingkan di periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 3,9%.

Margin kontribusi BUKA setelah beban penjualan dan pemasaran menunjukkan peningkatan dari -0,4% terhadap TPV pada sembilan bulan pertama tahun 2020, menjadi -0,2% terhadap TPV di sembilan bulan pertama tahun ini. 

Margin kontribusi Marketplace BUKA setelah beban penjualan dan pemasaran meningkat dari -0,1% terhadap TPV di sembilan bulan pertama 2020 menjadi 0,01% di periode yang sama tahun 2021 ini.

Sementara, margin kontribusi Mitra setelah beban penjualan dan pemasaran membaik dari -0,3% terhadap TPV di sembilan bulan pertama 2020 menjadi -0,2% di periode yang sama tahun ini. 

Baca Juga: BUKA Dapat Pinjaman Rp 2 Triliun Usai IPO Jumbo, Begini Kata Analis

BUKA juga terus  menekan kerugian EBITDA. Kerugian EBITDA pada sembilan bulan pertama 2021 tercatat 15% lebih baik dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Dengan rasio kerugian EBITDA terhadap TPV yang membaik menjadi 1,2% di sembilan bulan tahun 2021 ini, dibanding 2,2% pada periode yang sama tahun lalu.

BUKA juga mampu menekan kerugian operasionalnya sebesar 13% menjadi Rp 1,2 triliun sejak awal tahun hingga akhir September 2021. Pada periode yang sama tahun lalu, kerugian operasional BUKA mencapai Rp 1,4 triliun. Dus, pada sembilan bulan pertama tahun 2021 ini, BUKA mampu mengurangi kerugian bersihnya  menjadi Rp 1,1 triliun. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, BUKA menanggung rugi hingga Rp 1,4 triliun. 

Di samping peningkatan efisiensi yang diiringi dengan pertumbuhan yang kuat, Bukalapak juga memiliki permodalan yang kuat dengan posisi kas BUKA yang sebesar Rp 23,6 triliun pada akhir September 2021.

Baca Juga: DANA dan Bukalapak bersinergi sambut penguatan tren transaksi digital

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×