kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,73   -32,02   -4.39%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Pendapatan dan kontrak BUMN Karya turun sepanjang 2019, ini rekomendasi analis


Rabu, 19 Februari 2020 / 04:30 WIB
Pendapatan dan kontrak BUMN Karya turun sepanjang 2019, ini rekomendasi analis

Reporter: Benedicta Prima | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. BUMN Karya menyampaikan laporan kinerja keuangan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR-RI pada Senin (17/2).

Pendapatan dan nilai kontrak BUMN Karya rata-rata turun. Misalnya, nilai kontrak yang dihadapi PT Waskita Karya Tbk (WSKT) turun menjadi Rp 88,1 triliun pada tahun lalu dari kondisi tahun 2018 yang mencapai Rp 114,92 triliun. Dari jumlah tersebut, WSKT tercatat mendapatkan nilai kontrak baru sebesar Rp 26,08 triliun, turun dari posisi tahun 2018 yang sebesar Rp 27,22 triliun.

Kemudian PT PP Tbk (PTPP), diperkirakan membukukan pendapatan Rp 24,66 triliun, turun dari posisi 2018 yang sebesar Rp 25,12 triliun. Realisasi perolehan kontrak baru PTPP juga turun.

Baca Juga: Hutama Karya jadi jagoan dari 5 BUMN karya lainnya

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) juga mencatat penurunan pendapatan meskipun tipis. Adhi Karya diproyeksikan membukukan pendapatan sepanjang tahun 2019 sebesar Rp 15,3 triliun, turun dari posisi tahun 2018 yang mencapai Rp 15,66 triliun. Wijaya Karya diproyeksikan mampu mengantongi pendapatan Rp 27,77 triliun, turun dari tahun 2018 yang mencapai Rp 31,16 triliun.

Namun, Adhi Karya dan Wijaya Karya berhasil membukukan peningkatan laba. Laba bersih Wijaya Karya diprediksi mencapai Rp 2,5 triliun, naik dari posisi 2018 yang tercatat Rp 2,07 triliun. Sedangkan laba Adhi Karya sepanjang 2019 diprediksi mencapai Rp 700 miliar, naik dari posisi tahun sebelumnya sekitar Rp 640 miliar.

Baca Juga: Wijaya Karya (WIKA) raih pertumbuhan laba bersih 21,25% sepanjang 2019

Di tahun ini, BUMN Karya menargetkan kinerja yang lebih bagus dibanding kondisi tahun lalu. Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher Jordan mengatakan, tahun ini memang cukup bagus bagi sektor konstruksi.

"Saya lihat ada potensi backlog dari proyek-proyek yang harusnya ditandatangani tahun 2019. Kami rasa kontrak-kontrak backlog tersebut akan ditandatangani dan diakui pada kuartal pertama 2020 sehingga jadi salah satu sentimen positif," kata Dennies kepada Kontan.co.id, Selasa (18/2).

Dennies juga mengatakan sentimen positif tersebut didukung oleh sektor konstruksi dalam negeri yang tidak terdampak langsung terhadap virus corona. Dennies merekomendasikan beli untuk saham WIKA dengan target harga dalam satu tahun ke depan Rp 2.470. Kemarin, harga saham WIKA naik 2,50% ke Rp 2.050 per saham.




TERBARU

Close [X]
×