Reporter: Vivit Dewi | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembelian emas oleh bank sentral global menjadi salah satu penopang harga emas di tengah ketidakpastian ekonomi dan prospek suku bunga Amerika Serikat (AS).
Namun, tekanan inflasi AS yang masih tinggi berpotensi membatasi kenaikan harga logam mulia tersebut.
Mengutip Bloomberg pada Kamis (15/10/2026) pukul 18.12 WIB, harga emas berada di US$ 4.157,70 per ons troi, menguat 1,27% dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Analis PT Finex Bisnis Solusi Futures, Brahmantya Himawan, mengatakan permintaan bank sentral masih menjadi faktor fundamental yang mendukung prospek harga emas dalam jangka panjang.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 13.000 Jadi Rp 2.561.000 per Gram, Kamis (15/10)
Pembelian bersih emas oleh bank sentral tercatat sekitar 39 ton pada Agustus 2026, dengan akumulasi mencapai 170 ton sepanjang Januari–Agustus 2026. China, Polandia, dan Uzbekistan termasuk pembeli utama.
“Akumulasi emas oleh bank sentral masih menopang prospek emas dalam jangka panjang,” ujar Brahmantya kepada Kontan, Kamis (15/10/2026).
Meski demikian, pergerakan harga emas masih dipengaruhi arah kebijakan moneter AS. Inflasi konsumen AS naik menjadi 3,7% secara tahunan pada September 2026, melampaui perkiraan pasar sebesar 3,6%.
Inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi dapat memengaruhi prospek suku bunga The Federal Reserve (The Fed), pergerakan dolar AS, serta imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury. Faktor-faktor tersebut turut menentukan daya tarik emas di pasar global.
Brahmantya memperkirakan harga emas berpotensi mencapai kisaran US$ 4.300–US$ 4.600 per ons troi hingga akhir 2026. Namun, prospek tersebut masih dibayangi volatilitas selama arah kebijakan The Fed belum memberikan kepastian.
Baca Juga: Daftar 10 Saham LQ45 PER Terendah & Tertinggi (14 Oktober 2026), Cek Incaranmu!
Bagi investor jangka panjang, ia menyarankan strategi buy on weakness atau membeli secara bertahap ketika harga terkoreksi.
Strategi ini dapat membantu investor membangun posisi tanpa harus membeli seluruh emas pada satu tingkat harga, meski risiko penurunan harga tetap perlu diperhitungkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














