kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Pelemahan rupiah masih akan berlanjut


Rabu, 12 Agustus 2015 / 18:07 WIB
Pelemahan rupiah masih akan berlanjut


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Sentimen dari China serta reshuffle kabinet menekan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Di pasar spot, Rabu (12/7), rupiah terjun ke level Rp 13.799,9 per dollar AS, turun 1,41% dari hari sebelumnya. Sementara di kurs tengah Bank Indonesia, nilai tukar rupiah terhadap USD anjlok 1,6% ke level Rp 13.758.

Nizar Hilmy, analis SoeGee Futures mengatakan upaya China mendevaluasi yuan disinyalir untuk mendongkrak daya saing negara tersebut. Langkah ini pun berpotensi diikuti oleh negara lain di kawasan Asia. Apalagi, pasar menduga aksi devaluasi yuan masih akan berlanjut. "Di tengah lesunya ekonomi Asia, devaluasi yuan terhadap USD semakin memukul mata uang di Asia termasuk rupiah," ujar Nizar.

Selain itu, lanjut Nizar, efek reshuffle terhadap pergerakan rupiah masih perlu dibuktikan yakni jika menteri baru mampu mendongkrak perekonomian dalam negeri. Namun, Nizar memperkirakan BI akan melakukan intervensi jika rupiah turun lebih jauh lagi.

Dalam jangka panjang, Nizar menilai pelemahan rupiah tidak akan seburuk mata uang lainnya. Namun, rupiah belum menunjukkan sinyal penguatan dalam jangka pendek, mengingat kondisi ekonomi yang belum membaik. Kamis (13/8), Nizar menduga rupiah masih akan melanjutkan pelemahannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×