kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Pelemahan rupiah masih akan berlanjut


Rabu, 12 Agustus 2015 / 18:07 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Sentimen dari China serta reshuffle kabinet menekan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Di pasar spot, Rabu (12/7), rupiah terjun ke level Rp 13.799,9 per dollar AS, turun 1,41% dari hari sebelumnya. Sementara di kurs tengah Bank Indonesia, nilai tukar rupiah terhadap USD anjlok 1,6% ke level Rp 13.758.

Nizar Hilmy, analis SoeGee Futures mengatakan upaya China mendevaluasi yuan disinyalir untuk mendongkrak daya saing negara tersebut. Langkah ini pun berpotensi diikuti oleh negara lain di kawasan Asia. Apalagi, pasar menduga aksi devaluasi yuan masih akan berlanjut. "Di tengah lesunya ekonomi Asia, devaluasi yuan terhadap USD semakin memukul mata uang di Asia termasuk rupiah," ujar Nizar.

Selain itu, lanjut Nizar, efek reshuffle terhadap pergerakan rupiah masih perlu dibuktikan yakni jika menteri baru mampu mendongkrak perekonomian dalam negeri. Namun, Nizar memperkirakan BI akan melakukan intervensi jika rupiah turun lebih jauh lagi.

Dalam jangka panjang, Nizar menilai pelemahan rupiah tidak akan seburuk mata uang lainnya. Namun, rupiah belum menunjukkan sinyal penguatan dalam jangka pendek, mengingat kondisi ekonomi yang belum membaik. Kamis (13/8), Nizar menduga rupiah masih akan melanjutkan pelemahannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×