kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.894.000   23.000   1,23%
  • USD/IDR 16.424   4,00   0,02%
  • IDX 7.138   43,25   0,61%
  • KOMPAS100 1.039   8,62   0,84%
  • LQ45 810   7,73   0,96%
  • ISSI 223   0,67   0,30%
  • IDX30 423   3,50   0,84%
  • IDXHIDIV20 503   1,11   0,22%
  • IDX80 117   0,96   0,83%
  • IDXV30 118   -0,37   -0,31%
  • IDXQ30 139   0,95   0,69%

Pelemahan rupiah diprediksi mulai terbatas


Kamis, 19 Juni 2014 / 07:10 WIB
Pelemahan rupiah diprediksi mulai terbatas
ILUSTRASI. Pekerja melakukan pengecekan rutin sarana fasilitas free vant di atas tanki timbun avtur dengan menerapkan Five Zero di Soekarno Hatta Fuel Terminal & Hydrant Installation (SHAFTHI). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wsj.


Reporter: Dupla Kartini, Dina Farisah | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Rupiah keok  menjelang rapat The Federal Reserves (FOMC meeting). Di pasar spot, Rabu (18/6), pasangan USD/IDR bergeser 0,88% dibanding hari sebelumnya menjadi Rp 11.997. Bahkan pada perdagangan pagi sempat mencapai Rp 12.027.

Pergerakan serupa terlihat di kurs tengah Bank Indonesia, rupiah  versus dollar AS jeblok sebesar 0,97% menjadi Rp 11.978.

Analis pasar uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri menilai, rupiah tertekan, karena pasar mengantisipasi hasil FOMC meeting yang membahas kelanjutan tapering off, dan kenaikan suku bunga. Ada ekspektasi, suku bunga naik menjadi 1% pada tahun 2015. "Pasar lebih memilih pegang dollar AS," ujarnya.

Analis PT Millenium Penata Futures, Suluh Adil Wicaksono menyebut, dari internal, faktor pemilihan presiden turut menekan rupiah. "Kedua calon presiden (capres) belum ada yang menaruh perhatian khusus pada pasar modal, sehingga investor ragu," ungkapnya.

Suluh memperkirakan, hari ini (19/6), rupiah masih akan tertekan di Rp  11.890- Rp 12.050. Sementara, Reny menduga, pelemahan rupiah mulai terbatas, karena potensi BI intervensi pasar. Prediksinya, rupiah bergulir di Rp 11.890- Rp 11.995.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004 Digital Marketing for Business Growth 2025 : Menguasai AI dan Automation dalam Digital Marketing

[X]
×