kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pelemahan rupiah bisa berlanjut hingga akhir pekan


Kamis, 19 Mei 2016 / 19:59 WIB


Reporter: Namira Daufina | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Nilai tukar rupiah ambruk tembus level Rp 13.500 per dollar Amerika Serikat (AS) pasca tekanan besar dari mata uang negeri Abang Sam tersebut. Sejumlah analis menduga pelemahan rupiah masih bisa berlanjut hingga penutupan perdagangan akhir pekan nanti.

Di pasar spot, Kamis (19/5), valuasi rupiah merosot 1,38% ke level Rp 13.565 per dollar AS dibanding hari sebelumnya. Sejalan di kurs tengah Bank Indonesia posisi mata uang Garuda melorot 1,11% di level Rp 13.467 per dollar AS.

Penuturan David Sumual, Ekonom Bank BCA pelemahan rupiah didominasi oleh faktor eksternal. Setelah rilis hasil pertemuan FOMC, pelaku pasar menduga kenaikan suku bunga The Fed berpeluang terjadi dalam waktu dekat yakni FOMC Juni 2016.

Hal ini juga ditunjukkan oleh survey Fed Fund Futures yang mencatatkan probabilitas kenaikan Fed Fund Rate di Juni 2016 naik ke level 32% dibanding sebelumnya per Senin (16/5) hanya 4%.

"Harapan ini membuat pelaku pasar getol melakukan bargain hunting terhadap dollar AS yang tentunya membuat mata uang lawannya terkapar termasuk rupiah," tutur David.

Sementara dari dalam negeri nyaris minim dukungan. Jadi faktor penggeraknya murni dari eksternal.

"Besok bisa saja ada rebound terbatas dari sisi teknikal. Tapi secara fundamental rupiah masih lemah," kata David.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×