kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Pekan ini bursa AS catat rekor tertinggi


Sabtu, 28 Desember 2013 / 11:39 WIB
Pekan ini bursa AS catat rekor tertinggi
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, windfall profit dari naiknya harga komoditas tak akan terulang di tahun 2023.


Sumber: Bloomberg | Editor: Asnil Amri

NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) melanjutkan kenaikan selama sepekan terakhir dan melanjutkan kenaikan kinerja indeks sepekan sebelumnya. Indeks acuan bursa AS bahkan berhasil mencetak rekor baru sepanjang masa.

Menguatnya permintaan data-data barang-barang tahan lama untuk perumahan dan membaiknya data lapangan kerja telah memicu optimisme ekonomi AS akan mengalami penguatan.

Dalam sepekan, indeks Standard & Poor 500 naik 1,3% menjadi 1.841,40 dan berhasil mencetak rekor rekor pada 26 Desember lalu. Indeks Dow Jones Industrial Average juga naik 257,27 poin atau menguat 1,6% menjadi 16.478,41.

Alcoa Inc dan Freeport - McMoRan Copper & Gold Inc naik setidaknya hingga 5,1%. Begitu juga dengan saham properti perumahan yang naik 5,5% setelah data penjualan rumah baru naik melampaui perkiraan.

Saham Apple Inc juga ikut naik sebesar 2% setelah perusahaan membuat kesepakatan untuk menjual iPhone melalui China Mobile Ltd. Kemudian saham Twitter Inc melonjak 6,2% di tengah optimisme perusahaan yang memiliki ruang untuk memperkuat iklan digital.

"Data pada umumnya menjadi lebih baik," kata Derek Hamilton, ekonom global di Waddell & Reed Financial Inc kepada Bloomberg di Overland Park, Kansas. "Ini mendukung pandangan the Fed bahwa ekonomi secara umum membaik dan cukup kuat untuk menahan tapering,” jelasnya.

Indeks S & P 500 telah naik 3,7% sejak 13 Desember lalu, kenaikan terbesar dalam pekan sejak Juli karena Federal Reserve mengumumkan rencana pengurangan pembelian obligasi. Laporan sepekan terakhir menunjukkan, pesanan barang tahan lama di dan angka klaim pengangguran turun lebih dari yang diperkirakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×