kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pefindo menegaskan peringkat idAAA(sf) untuk EBA-SP SMF


Rabu, 13 Oktober 2021 / 07:53 WIB
Pefindo menegaskan peringkat idAAA(sf) untuk EBA-SP SMF
ILUSTRASI. Peringkat EBA-SP SMF dibatasi oleh tingginya rasio pinjaman bermasalah (NPL) yang tinggi.


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idAAA(sf) untuk Sertifikat EBA-SP SMF-BTN02 Kelas A yang diterbitkan oleh PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (SMF). 

Per tanggal cut-off Agustus 2021, nilai total kumpulan aset yang masih beredar sebesar Rp 271,9 miliar. Terdiri Kelas A sebesar Rp 184,9 miliar dan Kelas B yang tidak diperingkat sebesar Rp 87 miliar. Jumlah ini merepresentasikan 8,7% dari total kumpulan aset awal sebesar Rp 1 triliun.

Pefindo mengatakan, kemampuan obligor untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut dibandingkan obligor lain adalah superior. Akhiran (sf) menunjukkan peringkat atas transaksi keuangan terstruktur. "Peringkat tersebut mencerminkan profil yang kuat dari aset yang disekuritisasi dengan periode seasoning yang panjang dan rasio utang terhadap nilai jaminan (LTV) yang rendah," kata Pefindo, Senin (11/10). 

Baca Juga: Hingga semester I 2021, SMF kucurkan pinjaman ke penyalur KPR Rp 3,66 triliun

Kemudian profil kuat dari penyedia jasa, dan adanya penguat kredit dalam bentuk EBA Kelas B, excess spread, dan cadangan likuiditas dari SMF.  Tapi peringkat tersebut dibatasi oleh tingginya rasio pinjaman bermasalah (NPL) yang tinggi, rasio utang terhadap penghasilan (DTI) yang di bawah rata-rata.

Pefindo menilai, risiko yang terkait dengan pandemi Covid-19 dapat dimitigasi oleh kumpulan pinjaman individu yang terdiversifikasi dan rekening cadangan yang cukup untuk menutupi setidaknya tiga bulan pembayaran bunga dan biaya senior. 

Selain itu, terdapat dukungan kredit dalam bentuk cadangan tambahan, yang disediakan untuk mengantisipasi pemburukan yang berkelanjutan pada kumpulan aset yang disekuritisasi akibat dampak pandemi yang berkepanjangan, dengan tujuan akhir untuk menjaga profil risiko EBA. 

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN, selaku kreditur awal menjual 11.280 Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dalam satu portofolio kepada SMF, yang kemudian menerbitkan EBA-SP. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) ditunjuk oleh SMF sebagai wali amanat dan bank kustodian untuk transaksi tersebut.

Baca Juga: OJK: Sekuritisasi aset belum berkembang karena dianggap instrumen kompleks

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×