kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

PDES bagikan dividen Rp 25,2 miliar


Senin, 12 Juni 2017 / 15:00 WIB


Reporter: Siti Maghfirah | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES) menyetujui pembagian dividen kepada para pemegang saham sebesar Rp 25,2 miliar. Jumlah total dividen tersebut setara 98% dari laba bersih perseroan tahun lalu yang sebesar Rp 25,6 miliar.

Pembagian dividen disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Senin (12/6).

Direktur Pengembangan Bisnis PDES Ricky Setiawanto mengatakan, pembagian dividen tinggi karena saat ini cukup kuat. Pendapatan tahun 2016 meningkat 50,4% menjadi Rp 503,1 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 334,5 miliar.

Tahun ini, perusahaan yang terkenal dengan branding Panorama Destination ini menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar Rp 14,2 miliar. Dana ini akan digunakan untuk pembelian kendaraan pariwisata, penambahan kantor operasional di luar Indonesia, dan investasi di IT dan software. Sumber dana capex berasal dari kas internal 20% dan perbankan 80%.

"Kebutuhan paling besar untuk mengganti bus-bus lama seperti yang sudah dari tahun 2010. Aset yang dijaminkan untuk perbankan adalah armada baru itu nanti," kata Ricky.

Pada kuartal I 2017, PDES mencatatkan pendapatan Rp 94 miliar, naik dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 92 miliar. Sementara, laba justru turun menjadi Rp 3,5 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp 8,8 miliar.

Penurunan laba, menurut Ricky, bukan karena kegagalan tahun ini. Namun, saat awal 2016, perseroan diuntungkan dengan fenomena eclipse atau gerhana matahari yang membuat jumlah kedatangan wisatawan naik drastis.

"Jadi bukan berarti tahun ini kinerja perseroan buruk. Jika dibandingkan dengan tahun 2014 dan tahun 2015, justru ada kenaikan sedikit di tahun ini," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU

[X]
×