kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

PBID membidik kenaikan penjualan 12%


Sabtu, 18 Agustus 2018 / 08:00 WIB


Reporter: Yoliawan H | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) memasang target pertumbuhan yang tinggi hingga akhir tahun ini, yaitu sebesar 12%. Hingga semester satu lalu, perusahaan ini mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 1,98 triliun. Jumlah ini naik 23,75% dibanding semester I-2017 yang sebesar Rp 1,60 triliun.

Produk kantong plastik masih menjadi andalan perusahaan ini sepanjang semester satu lalu. Penjualannya mencapai Rp 1,17 triliun, naik 18,56% dibandingkan semester I-2017. Penjualan produk biji plastik mencapai angka Rp 732.44 miliar, naik 23% dari tahun sebelumnya.

Kenaikan penjualan ini membuat perusahaan ini sukses mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 43,52% menjadi Rp 137,90 miliar.

Sekretaris Perusahaan PBID Lukman Hakim menyatakan, PBID optimistis penjualan bisa tumbuh sesuai target. Pasalnya, potensi industri plastik masih sangat besar. Hitungan dia, pertumbuhan industri plastik mencapai 7% setiap tahun.

Selain itu penggunaan plastik dalam negeri baru sekitar 17 kg per kapita. Sedangkan di Eropa mencapai 100 kg.

Untuk meningkatkan penjualan, PBID mencoba memperbesar pangsa pasar, memperluas jangkauan distribusi, meningkatkan brand value serta melakukan efisiensi. Upaya memperbesar pangsa pasar salah satunya dilakukan dengan membangun pabrik di Malaysia.

Lukman mengatakan bahwa saat ini perusahaan produsen plastik ini tengah membangun pabrik baru di daerah Johor, Malaysia, dengan nilai investasi mencapai RM 5,5 juta untuk pabrik dan RM 1,5 juta untuk pembelian mesin. "Pabrik di Johor akan meningkatkan kapasitas produksi sebesar 4.000 ton. Tahun ini rencana kami produksi mencapai 90.000 ton," ujar Lukman, kepada Kontan.

Menurut dia, dengan adanya pabrik baru di Malaysia, penjualan ekspor berpotensi meningkat menjadi di atas 5%. Saat ini penjualan ekspor masih di bawah 5%. Targetnya, tahun depan pabrik baru tersebut akan rampung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×