kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.525   25,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pasca-BI rate, pasar emerging market jeblok


Jumat, 04 Februari 2011 / 15:58 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi Pensiun


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

MUMBAI. Mayoritas saham di bursa emerging market melorot pasca kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI). Pada pukul 15.50 waktu Singapura, MSCI Emerging Markets Index tak banyak mengalami perubahan di posisi 1.134,05. Pada transaksi sore ini, 108 saham melorot dan hanya 91 saham yang naik.

Sementara itu, Bombay Stock Exchange Sensitive Index anjlok 1,4% dan Philippine Stock Exchange Index turun 0,4%. Hanya bursa Thailand yang melesat. Sedangkan bursa China, Taiwan, Korea Selatan, Malaysia, dan Vietnam ditutup seiring perayaan Lunar New Year.

Sejumlah saham yang mencatatkan penurunan paling besar adalah: Mahindra & Mahindra Ltd yang melorot 3,6% dan PT Bank Mandiri (BMRI) yang anjlok 1,6%.

"Tingginya tingkat inflasi akan melemah daya beli masyarakat. Sejumlah investor akan memangkas posisi mereka atas saham-saham konsumen karena mereka yang akan berdampak paling besar jika daya beli melemah akibat inflasi," papar Alex Pomento, analis Macquarie Group Ltd di Manila.

Sekadar mengingatkan, Indonesia akhirnya bergabung dengan bank sentral di India, Thailand, hingga Korea Selatan untuk menaikkan suku bunga acuan di kawasan regional.

Dalam pernyataannya hari ini, BI bilang, keputusan menaikkan suku bunga untuk pertama kali sejak 2008 adalah untuk mengantisipasi kenaikan inflasi. BI bilang, ekspektasi inflasi kian menanjak akibat lonjakan harga bahan makanan dan kenaikan harga komoditas dunia, termasuk emas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×