kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Pasar volatil, investasi forex jadi menarik


Senin, 12 Februari 2018 / 20:18 WIB
ILUSTRASI. Berbagai mata uang dunia


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Volatilitas di pasar global menyebabkan pergerakan mata uang sangat fluktuatif. Posisi dollar AS kini tengah melemah, namun berpotensi naik tajam jelang kenaikan suku bunga The Federal Reserves yang diperkirakan terealisasi pada Maret mendatang. Maka potensi investasi di foreign exchange (forex) atau pertukaran mata uang asing menjadi menarik.

"Dengan volatilitas pasar seperti saat ini, peluang untuk berinvestasi di mata uang asing memanfaatkan momentum pengetatan moneter di AS dan Uni Eropa dapat dimanfaatkan," jelas Ivan Jaya, Head of Wealth Management & Digital Business Bank Commonwealth, hari ini.

Secara historis, dollar AS selalu menanjak tajam jelang pernyataan bernada positif soal kenaikan suku bunga The Fed. Konsensus pasar juga optimistis kenaikan suku bunga pada tahun ini akan dimulai pada Maret 2018. Akibatnya, pergerakan dollar cenderung fluktuatif karena menunggu momentum yang tepat untuk masuk di saat murah.

Asal tahu saja, Senin 912/2), indeks dollar spot pukul 18.04 WIB diperdagangkan melemah 0,28% ke level 90,192. Namun level ini sudah mendaki dari posisi 88,67 pada 1 Februari lalu. Itu merupakan level terendah sejak Desember 2014.

Namun, peluang investasi di aset forex harus disesuaikan dengan risiko profil sang investor. Fluktuasi yang tajam dan kekhawatiran pada kurs mata uang dapat ditangkal dengan menyimpan aset untuk jangka panjang. "Tergantung pada tujuan investasi dan horizonnya," jelas Ivan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×