kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Pasar tak lagi cemas akan inflasi, rupiah perkasa


Jumat, 18 Maret 2011 / 10:15 WIB
ILUSTRASI. Suasana sepi terlihat di lorong pusat perbelanjaan Mal Blok M, Jakarta, Rabu (25/3). Dorong penjualan tenant saat pandemi corona, Hippindo minta akses Ojol ke mall dipermudah.KONTAN/Fransiskus SImbolon


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pagi ini, mata uang Garuda menguat lagi. Bahkan pergerakannya mendekati level paling perkasa dalam empat tahun terakhir. Pelaku pasar berspekulasi, bank sentral kembali akan menoleransi penguatan rupiah untuk menahan laju inflasi.

"Bank sentral mengatakan akan menoleransi penguatan rupiah untuk menghindari inflasi. Kecemasan pasar akan infasi saat ini sudah mulai reda," jelas Wellian Wiranto, ekonom HSBC Holdings Plc di Singapura.

Pada pukul 09.08, rupiah menguat 0,4% pada minggu ini menjadi 8.772 per dollar. Pada 15 Maret lalu, rupiah menduduki level paling kuat sejak Mei 2007 di posisi 8.754.

Hari ini, rupiah menguat 0,1% setelah negara0negara yang tergabung dalam G7 menyetujui untuk bersama-sama melakukan intervensi untuk menahan laju penguatan yen.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×