kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Pasar keuangan tertekan, kinerja reksadana pasar uang masih tumbuh positif


Rabu, 02 Oktober 2019 / 20:03 WIB

Pasar keuangan tertekan, kinerja reksadana pasar uang masih tumbuh positif
ILUSTRASI. Kinerja reksadana pasar uang masih tumbuh positif meski pasar keuangan tengah tertekan.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah tekanan pasar keuangan di bulan September 2019 lalu, reksadana pasar uang masih mampu mencatatkan imbal hasil positif. Tercatat, Infovesta Money Market Fund Index 90 yang mencerminkan kinerja rata-rata reksadana pasar uang tumbuh 0,48% (mom) pada bulan lalu.

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menyampaikan, penurunan suku bunga acuan yang terjadi belakangan ini sebenarnya dapat menekan kinerja reksadana pasar uang. Namun, dalam jangka pendek efek penurunan suku bunga acuan belum terlihat mengingat perbankan butuh waktu untuk menyesuaikan tingkat bunga depositonya.

Ia pun menilai, keberadaan obligasi bertenor pendek menjadi pemicu stabilnya kinerja reksadana pasar uang untuk saat ini.

Baca Juga: Reksadana pendapatan tetap jawara di September

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto mengamini hal tersebut. Ketika suku bunga acuan turun, harga obligasi dapat merespons lebih cepat sehingga mampu mengalami kenaikan harga.

Hal ini yang menjadi penyebab reksadana Panin Dana Likuid mencetak imbal hasil sebesar 0,55% (mom) atau di atas kinerja rata-rata reksadana pasar uang di bulan lalu. Sepanjang tahun ini, performa reksadana tersebut telah tumbuh 4,48% (ytd).

Ia menyebut, pihaknya mengkombinasikan deposito berjangka serta obligasi korporasi dan pemerintah tenor di bawah 1 tahun sebagai aset dasar reksadana Panin Dana Likuid. “Kalau terlalu banyak di deposito, potensi pertumbuhan imbal hasilnya lebih terbatas,” ujar Rudiyanto, Rabu (2/10).

Khusus untuk obligasi korporasi, pihak Panin AM hanya akan berinvestasi pada obligasi yang memiliki peringkat utang minimal idA. Sementara itu, deposito yang dipilih manajer investasi tersebut minimal berasal dari bank BUKU III.

Baca Juga: Pemerintah tetapkan kupon ORI016 sebesar 6,80%

“Kalau untuk deposito syariah diperbolehkan dari bank BUKU II karena ketersediannya yang lebih terbatas,” tambah dia.

Wawan berpendapat, kinerja reksadana pasar uang masih bisa meningkat di sisa tahun ini terlepas dari adanya penurunan suku bunga acuan lebih lanjut. Tetapi, ia memangkas prediksi kinerja rata-rata reksadana pasar uang di tahun ini dari 5% menjadi 4%--4,5%.

“Jumlah ini dihitung setelah pajak dan masih lebih tinggi dari tingkat bunga deposito,” jelas dia, Rabu (2/10).

Baca Juga: Reksadana Terproteksi Berbasis Obligasi Masih Menjanjikan Imbal Hasil Besar


Reporter: Dimas Andi
Editor: Komarul Hidayat

Video Pilihan


Close [X]
×