kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45949,73   8,09   0.86%
  • EMAS1.029.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Pasar Ekuitas Dibayangi Sejumlah Sentimen, Ini Saham yang Bisa Dicermati Tahun Depan


Senin, 28 November 2022 / 17:10 WIB
Pasar Ekuitas Dibayangi Sejumlah Sentimen, Ini Saham yang Bisa Dicermati Tahun Depan
ILUSTRASI. Karyawan melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar saham akan dibayangi sejumlah sentimen tahun depan. Kepala Riset Aldiracita Sekuritas Agus Pramono mengungkapkan, sentimen yang membayangi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah resesi global, yakni bagaimana Indonesia bisa bertahan terhadap resesi ini.

Di sisi lain, kenaikan tingkat inflasi juga membayangi pasar saham. Ditambah, adanya kebijakan bank sentral terkait suku bunga.

Untuk itu, investor bisa mencermati saham di sektor defensif seperti consumer staple, misal saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Di sisi lain, saham berbasis komoditas kemungkinan akan lesu sentimen tahun depan.

Samuel Sekuritas Indonesia mempertahankan target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di level 8.300 pada tahun 2023. 

Baca Juga: Window Dressing Diprediksi Berpeluang Terjadi, Cermati Saham-Saham Pilihan Analis

Kepala Riset Samuel Sekuritas Indonesia Prasetya Gunadi meyakini saham-saham dengan prospek fundamental dan laba yang kuat akan mengungguli IHSG. Sektor perbankan, dengan kapitalisasi pasar alias market cap mencapai 38% dari keseluruhan market cap IHSG, akan tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan IHSG di tahun depan.

Berikut merupakan saham pilihan utama (top picks) tiga bulan dari Samuel Sekuritas:

1. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), buy dengan target harga Rp 240 per saham.

Meskipun Vidio saat ini masih dalam tahap ekspansi, Samuel Sekuritas meyakini SCMA akan mampu membuka potensi penuh Vidio guna memanfaatkan pasar periklanan digital yang berkembang pesat.  Di samping itu, Vidio mungkin akan mengalami momentum pertumbuhan jangka pendek yang kuat, berkat Piala Dunia 2022 yang akan dimulai bulan ini

2. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) buy dengan target harga Rp 9.200 per saham.

Ke depan, SMGR diyakini mampu menjaga pengeluarannya tetap terkendali, didukung dengan rencana perseroan untuk menaikkan harga sebesar 2%-3% di kuartal keempat 2022. Samuel Sekuritas juga memandang positif akuisisi PT Semen Batubaraja Tbk (SMBR) oleh SMGR.

3. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), buy dengan target harga Rp 1.200 per saham.

MEDC diyakini akan mengalami pertumbuhan earnings per share (EPS) yang signifikan tahun ini, didukung oleh harga minyak yang tinggi, peningkatan volume produksi migas, dan peningkatan pendapatan dari Medco Power dan Amman Mineral

4. PT Ace Hardware Tbk (ACES), buy dengan target harga Rp 650 per saham.

Samuel Sekuritas meyakini bahwa ACES akan membukukan pertumbuhan yang memuaskan di kuartal keempat 2022, didukung faktor musiman dan obral yang direncanakan dilakukan di Desember, yang akan membantu ACES mengurangi inventarisnya.  Di samping itu, ACES juga melanjutkan ekspansinya dengan membuka gerai baru, khususnya di Pulau Jawa (di luar Jakarta).

5. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), buy dengan target harga Rp 1.800 per saham.

BBTN berencana untuk melakukan rights issue di kuartal keempat 2022 dengan target dana Rp 4,13 triliun, yang akan mendongkrak rasio kecukupan modal alias capital adequacy ratio (CAR).

BBTN saat ini diperdagangkan dengan valuasi menarik, yakni 0,6 kali price to book value (PBV). BBTN juga berpotensi mencetak pertumbuhan pinjaman yang tinggi untuk tahun depan, didorong oleh pertumbuhan pinjaman bersubsidi seiring dengan rencana pemerintah untuk meningkatkan kuota kredit kepemilikan rumah bersubsidi (FLPP)

Baca Juga: Prospek dan Rekomendasi Saham Emiten Semen pada 2023

Sebagai informasi, Samuel Sekuritas merevisi sejumlah proyeksi kondisi makroekonomi Indonesia.Pertama, Samuel Sekuritas menaikkan proyeksi suku bunga untuk tahun 2022 menjadi 5,75% dari sebelumnya 5% dan 6% untuk tahun 2023 dari sebelumnya 5%. Titik puncak suku bunga akan berada di level 6,25% pada kuartal pertama 2023 dari sebelumnya 5,5% di kuartal kedua 2023

Kedua, Samuel Sekuritas menaikkan proyeksi nilai tukar rupiah di akhir tahun 2022 menjadi Rp 15.600 per dolar AS dari sebelumnya Rp 15.200 per dolar AS. Untuk 2023, asumsi nilai tukar rupiah menjadi Rp 15.700 per dolar AS dari sebelumnya Rp 15.400 per dolar AS

Ketiga, Samuel Sekuritas menaikkan proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) tahun 2022 menjadi 5,1% dari sebelumnya 4,7%,  dan mempertahankan proyeksi PDB di 2023  di level 4,0%. 

Terlepas dari revisi tersebut, secara keseluruhan, Samuel Sekuritas meyakini bahwa perekonomian Indonesia akan tetap tangguh dan Indonesia tidak akan mengalami hard landing.  Ini karena kondisi makroekonomi Indonesia lebih baik daripada banyak negara lain, antara lain berkat surplus neraca berjalan dan tekanan inflasi yang lebih rendah.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Complete Three Statement Modeling Financial Statement Analysis

[X]
×