kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Pasar antisipasi suku bunga The Fed, lelang sukuk sepi


Selasa, 06 Maret 2018 / 19:02 WIB
ILUSTRASI. Lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lelang Sukuk Negara pada Selasa (6/3) siang, sepi peminat. Total penawaran yang masuk hanya Rp 8,61 triliun, sedangkan nominal yang dimenangkan pemerintah hanya Rp 5,09 triliun.

Sebagai gambaran, pada lelang sukuk sebelumnya, pemerintah mampu meraup dana senilai Rp 8,47 triliun dari total penawaran yang masuk mencapai Rp 13,34 triliun.

Fund Manager Capital Asset Management, Desmon Silitonga menilai, tekanan yang masih terjadi di pasar obligasi hingga pelemahan rupiah akhir-akhir ini, membuat investor cenderung berhati-hati untuk berinvestasi, baik di pasar primer maupun sekunder.

Menurutnya, penurunan jumlah penawaran yang masuk pada lelang hari ini masih tergolong wajar. Tren penurunan permintaan kerap terjadi ketika momen menjelang kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat. “Kalau memang permintaan investor sedang rendah, pemerintah juga tidak bisa berharap banyak,” kata Desmon.

Lantaran volatilitas pasar obligasi masih tergolong tinggi, banyak investor yang memburu seri-seri bertenor pendek seperti SPNS07092018 dan PBS016. Pasalnya, seri-seri tersebut relatif lebih aman ketika pasar tengah bergejolak. “Koreksi harga yang dialami seri tenor pendek tidak terlalu parah,” ujar Desmon.

Selama masa penantian kenaikan suku bunga AS, Desmon yakin tren nilai penawaran yang rendah masih akan terjadi dalam lelang SBN berikutnya. Kendati demikian, ia berharap data-data ekonomi Indonesia yang dirilis sepanjang Maret masih menunjukkan hasil positif. Setidaknya hal itu bisa menjaga minat investor untuk mengikuti lelang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×