Reporter: Dina Farisah | Editor: Sanny Cicilia
JAKARTA. Euro menguat terhadap poundsterling sore ini. Buruknya data manufaktur di Zona Eropa tampaknya dengan cepat diabaikan pelaku pasar.
Mengutip Bloomberg, Kamis (23/4) pukul 16.20, pasangan EUR/GBP berada di level 0,7158. Harga naik 0,35% dibanding hari sebelumnya.
Tonny Mariano, analis PT Esandar Arthamas Berjangka mengatakan, penguatan euro terhadap sterling dipicu oleh buruknya data penjualan ritel Inggris bulan Maret sebesar minus 0,5%. Angka ini lebih rendah dari ekspektasi sebesar 0,4%. Kondisi ini sontak membalikkan posisi EUR/GBP yang semula sempat melemah menjadi menguat. Sebab, sebelum data di rilis, pelaku pasar menduga bahwa penjualan ritel Inggris menorehkan angka positif.
“Rilis data Inggris ini mematahkan perkiraan bahwa Bank Sentral Inggris (BoE) akan menaikkan suku bunga. Rilis data ini sekaligus memberikan kesempatan bagi pelaku pasar untuk melakukan aksi profit taking,” ujar Tonny.
Sebelum rilis data penjualan ritel Inggris, data manufaktur Zona Eropa juga membukukan angka 51,9. Angka ini lebih rendah dari ekspektasi sebesar 52,6.
Secara teknikal, harga berada di bawah moving average 50 dan 100. Moving average convergence divergence (MACD) berada di area negatif, yakni minus 0,0032. Indikator stochastic berada di area jenuh jual (oversold) di level 25,94. Sementara relative strength index (RSI) hampir memasuki area oversold di level 37,32%.
Tonny memprediksi support EUR/GBP pada Jumat (24/4) akan berada di level 0,7100. Penembusan area support ini akan membawa EUR/GBP menuju level 0,7050.
Sementara resistance EUR/GBP diperkirakan berada di level 0,7165. Penembusan area resistance ini akan membawa EUR/GBP menuju titik tertinggi berikutnya di level 0,7200.
Tonny merekomendasikan sell on rally untuk pasangan EUR/GBP, Jumat (24/4).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News