kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Pakuwon Jati (PWON) mencatatkan marketing sales Rp 1,02 triliun hingga kuartal ketiga


Jumat, 25 Oktober 2019 / 19:47 WIB
Pakuwon Jati (PWON) mencatatkan marketing sales Rp 1,02 triliun hingga kuartal ketiga
ILUSTRASI. Marketing sales Pakuwon Jati (PWON) turun 40% secara tahunan. KONTAN/Daniel Prabowo

Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) mencatatkan penurunan pra penjualan atawa marketing sales sepanjang kuartal III tahun ini. Hal tersebut lantaran pasar masih terdampak dari situasi politik.

Ivy Wong, Direktur Pakuwon Jati menyebutkan hingga kuartal III ini pihaknya telah mencatatkan marketing sales mencapai Rp 1 triliun. "Sekitar Rp 1,02 triliun," ujarnya kepada Kontan.co.id , Jumat (25/10).

Penjualan sepanjang sembilan bulan ini berasal dari proyek high rise yang sedang berjalan. Proyek tersebut merupakan proyek kondominium yang berada di atas pusat perbelanjaan Pakuwon.

Baca Juga: Jadi Miliader di Usia 37 Tahun, Nilai Kekayaan Bersih Nico Po Rp 50,81 triliun

Secara rinci, Ivy menyebutkan proyek kondominium yang berada di Pakuwon Mall yang berada di Surabaya dan juga di atas Kota Kasablanka yang berada di Jakarta. Selain itu, juga ada penjualan dari Pakuwon City.

Namun, dari capaian sepanjang sembilan bulan ini ia mengakui terjadi penurunan secara year on year. Berdasarkan catatan Kontan.co.id, hingga September tahun lalu Pakuwon mencatatkan marketing sales Rp 1,7 triliun. Artinya, penurunan marketing sales PWON mencapai 40%.

Menurut Ivy, pasar properti tahun ini kurang bagus. "Karena masalah politik, banyak gangguan dari pemilihan presiden, demo dan berbagai masalah lainnya," ujar Ivy.

Baca Juga: IHSG masih menguat 0,97%, ini saham-saham penopang indeks sepekan

Dengan usainya masa politik, PWON berharap pasar properti mulai menggeliat. Ivy mengatakan, pihaknya masih mengembangkan extension tower kedua di Pakuwon City. Asal tahu saja, di sana PWON memiliki lahan 400 ha. "Yang sudah dikembangkan baru 200 ha untuk residensial," kata dia.

Sepanjang tahun ini, pihaknya menganggarkan belanja modal atawa capital expenditure (capex) sebesar Rp 2 triliun.



Video Pilihan

TERBARU

×