kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Pagi ini, IHSG senasib dengan bursa regional


Rabu, 02 September 2015 / 09:23 WIB


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung merosot ke zona merah pada transaksi perdagangan hari ini (2/9). Mengutip data RTI, pada pukul 09.11 WIB, indeks tercatat merosot 1,37% menjadi 4.351,81.

Seluruh sektor tertekan dalam dengan kisaran penurunan 0,78% hingga 1,78%. Tiga sektor dengan penurunan terdalam antara lain sektor industri dasar turun 1,78%, sektor agrikultur turun 1,59%, dan sektor manufaktur turun 1,55%.

Saham-saham yang berada di jajaran top losers pagi ini di antaranya: PT Sorini Agro Tbk (SOBI) turun 10% menjadi Rp 2.250, PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP) turun 9,73% menjadi Rp 167, dan PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL) turun 7,91% menjadi Rp 128.

Gerak IHSG senasib dengan bursa Asia. Data Bloomberg menunjukkan, pada pukul 09.02 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,7% menjadi 125,97.

"Kita memiliki kecemasan mengenai outlook pertumbuhan ekonomi, di mana kondisi China yang paling dicemaskan. Apalagi, the Federal Reserve juga mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga acuan. Kondisi ini yang menyebabkan investor ketar-ketir," papar Shane Oliver, global strategist AMP Capital Investors Ltd di Sydney.

Dia menambahkan, kondisi terburuk sepertinya sudah berlalu. "Tapi, volatilitas pasar masih akan terus berlanjut," imbuhnya.

Sementara itu, indeks Topix Jepang turun 1,7%, indeks Kospi Korea Selatan turun 1,5%, indeks NZX 50 Selandia Baru turun 1,3%, dan indeks NZX 50 Selandia Baru turun 1,3%. Penurunan juga dialami indeks S&P/ASX 200 menjelang dirilisnya data pertumbuhan ekonomi Australia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×