kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45933,94   -29,79   -3.09%
  • EMAS1.321.000 0,46%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Optimistis, Intiland Development (DILD) Tetap Kejar Target Marketing Sales 2023


Sabtu, 20 Mei 2023 / 11:50 WIB
Optimistis, Intiland Development (DILD) Tetap Kejar Target Marketing Sales 2023


Reporter: Dimas Andi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pengembang properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) masih mempertahankan target pendapatan prapenjualan atau marketing sales tahun 2023 yang dipatok sebesar Rp 2,4 triliun.

Capaian marketing sales DILD sebenarnya belum begitu memuaskan dalam tiga bulan pertama 2023. Tercatat, marketing sales DILD turun 46,9% year on year (YoY) menjadi Rp 265,6 miliar pada akhir Maret 2023. Hasil tersebut setara dengan 11% dari total target marketing sales DILD pada tahun ini.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Development Archied Noto Pradono mengatakan, penurunan marketing sales ini disebabkan oleh masih lesunya bisnis properti segmen high rise atau hunian vertikal.

Baca Juga: Intiland (DILD) Raih Marketing Sales Hingga Rp 265,6 Miliar di Kuartal I-2023

DILD memiliki portofolio hunian high rise di Jakarta seperti South Quarter, 1 Park Avenue, dan Regatta. Sementara di Surabaya, DILD telah mengembangkan hunian high rise seperti Praxis, Sumatra 36, Graha Golf, dan The Rose Bay.

Dalam catatan Kontan, DILD mencatatkan marketing sales dari segmen mixed use dan high rise sebesar Rp 83,8 miliar pada kuartal I-2023. Di sisi lain, marketing sales DILD dari segmen residensial tercatat sebesar Rp 99,7 miliar sedangkan segmen kawasan industrial memberi kontribusi sebesar Rp 82,1 miliar.

Manajemen Intiland Development tidak terlalu mengkhawatirkan stagnannya performa penjualan hunian high rise, sehingga diyakini kinerja marketing sales emiten tersebut secara keseluruhan tetap berada dalam trek yang benar. “Sampai saat ini kami belum melakukan revisi pada target marketing sales perusahaan,” ujar Archied, Jumat (19/5).

Ia menambahkan, lantaran permintaannya masih rendah, potensi kenaikan harga properti di segmen high rise milik DILD relatif kecil sepanjang tahun ini. Beda halnya dengan segmen rumah tapak atau landed house yang diprediksi bisa membukukan pertumbuhan harga jual uni sekitar 5% sampai 10%. Realisasi kenaikan harga jual rumah tapak ini tentu bergantung dengan kekuatan marketing project yang bersangkutan.

Maka dari itu, salah satu fokus Manajemen DILD tahun ini adalah memperkuat bisnis rumah tapak. Marketing sales DILD untuk segmen residensial pun dipatok sebesar Rp 1,25 triliun dari total target marketing sales perusahaan tahun ini.

 

Asal tahu saja, DILD memiliki beberapa proyek rumah tapak di Jakarta dan sekitarnya, seperti Serenia Hill, Talaga Bestari, Magnolia Residence, South Grove, Griya Semanan, 1 Park Homes, Pinang Residence, dan Brezza Pantai Mutiara.

Di Surabaya, DILD juga menggarap proyek rumah tapak seperti Graha Famili, Graha Natura, dan Amesta Living.

Lebih lanjut, DILD akan menyediakan capital expenditure (capex) atau belanja modal sebesar Rp 1 triliun pada 2023. Dana tersebut akan dipakai untuk menyelesaikan proyek-proyek properti yang ada seperti SQ Res, Aeropolis, Graha Natura, Talaga Bestari, dan Brezza Pantai Mutiara.

“Sumber pendanaan capex kami berasal dari kas internal dan hasil tagihan dari konsumen,” pungkas Archied.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×