CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Optimistis IHSG bakal rebound teknikal karena alasan ini


Jumat, 27 April 2018 / 13:34 WIB
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nyaris sepekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah, untungnya Jumat (27/4) perdagangan sesi I berhasil ditutup hijau di level 5.909,93 naik tipis 0,01% dari penutupan kemarin.

President Director PT Trimegah Asset Management Antony Dirga mengatakan, ada tiga hal yang paling mendasari pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam sepekan terakhir. Di antaranya pelemahan nilai tukar rupiah, kekhawatiran pada yield treasury Amerika Serikat (AS) 10 tahun yang sempat tembus 3% dan short term earnings di beberapa perusahaan consumer yang mengecewakan.

"Menurut kami ini menjadi beberapa faktor utama yang menekan IHSG. Jadi, IHSG seperti pengikut volatilitas akhir-akhir ini," katanya kepada Kontan.co.id, Jumat (27/4) di Jakarta.

Trimegah AM memperkirakan, pelemahan IHSG saat ini bersifat short term atau jangka pendek. Sehingga, pihaknya optimistis ke depan pergerakan IHSG bakal mengalami technical rebound.

Tak sampai di situ, pelemahan IHSG juga dapat dijadikan momentum positif bagi investor untuk berbelanja reksa dana dan saham saat ini. Ini mengingat, level IHSG 5.900 masuk kategori murah.

"Saya kira, 5.900 adalah level yang cukup menarik untuk beli reksa dana, saham, di mana beberapa bulan ke depan roda ekonomi diperkirakan membaik," ungkap Antony.

Selain harus bisa memanfaatkan momentum pelemahan saat ini, Trimegah AM menyarankan investor untuk tetap objektif dan optimistis dalam menanggapi pergerakan pasar saat ini. Apalagi, dilihat secara makro ekonomi, Antony percaya 2018 bakal menjadi tahun konsumsi.

Kondisi tersebut, didukung beberapa hal seperti kegiatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) dan pemilihan presiden (Pilpres), serta pergerakan inflasi yang terukur.

"Roda ekonomi akan didorong termin positif seperti lebaran, World Cup, Asian Games dan Pilkada. Itu semua akan dorong roda perekonomian dan psikologis pasar," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×