Reporter: Melati Amaya Dori | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
PADANG. Potensi Kota Padang, Sumatera Barat sebagai kota yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan investasi dan keuangan sangat besar. Muhammad Taufik, Kepala Bagian Administrasi dan Kepala Departemem Pengaawas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kota Padang, menyatakan saat ini berdasarkan hasil survei investor dan jumlah nasabah bank dengan idetintas resmi wilayah Sumatera Barat, menempati peringkat 7 secara nasional.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia selama dua bulan terakhir di tahun ini tersebut, maka posisi Sumatera Barat ada di atas Kota Riau dan Batam. “Pada beberapa bulan sebelumnya kalau tidak diposisi 9,10 ya belasan juga,” ujar Muhamamad Taufik dalam acara Workshop Wartawan Pasar Modal 2015 di Padang.
Hanya saja, selain perkembangan tersebut, OJK memiliki tantangan tersendiri untuk mengedukasi masyarakat Sumatera Barat dalam hal edukasi dan pengawasan. Pasalnya, Taufik mengakui kalau di Sumatera Barat investasi bodong yang saat ini masih sering menimpa masyarakat adalah investasi emas.
Wajar, karena di Sumatera Barat sendiri jenis investasi yang paling populer kalau tidak properti adalah emas. “Di sini masih marak, investasi emas tapi konsumen tidak melihat dan pegang emasnya sama sekali tapi hanya secarik kertas,” tambah Taufik.
Ke depannya, selain mengedukasi, OJK Padang akan terus berusaha memediasi setiap laporan dari Dewan Pengawasan OJK Padang untuk diteruskan ke OJK Pusat terkait informasi investasi bodong di Sumatera Barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













