Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat terdapat 53 rencana penawaran umum yang tengah berada dalam pipeline hingga akhir kuartal I-2026.
Dari jumlah tersebut, 15 perusahaan antre dalam melaksanakan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Nilai dari aksi korporasi ini mencapai Rp 1,38 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menerangkan total penghimpunan dana korporasi melalui pasar modal telah mencapai Rp 51,96 triliun hingga akhir kuartal I-2026.
Baca Juga: Bocoran BEI, 12 Perusahaan Antre IPO, Mayoritas Raksasa Siap Melantai 2026
"Hingga akhir Maret 2026, nilai fundraising korporasi di pasar modal mencapai Rp 51,96 triliun rupiah dan terdapat 53 rencana penawaran umum di dalam pipeline kami," kata Hasan dalam agenda konferensi pers hasil rapat Dewan Komisioner OJK, Senin (6/4/2026).
Adapun untuk penggalangan dana melalui Secuirites Crowdfunding (SCF) per Maret 2026, nilai dana yang dihimpun sebesar Rp 18,07 miliar.
Kemudian di pasar derivatif keuangan volume transaksi mencapai 34.480 lot dengan frekuensi transaksi 308.206 kali.
Sementara untuk kegiatan di bursa karbon, total terdapat 153 pengguna jasa yang telah terdaftar.
Adapun penambahan volume transaksi tercatat sebesar per maret 2026 mencapai 43.117 CO2e dengan nilai transaksi mencapai Rp 93,71 miliar.
Baca Juga: BEI Pertahankan Target IPO 2026, Kenaikan Free Float Dinilai Perkuat Daya Tarik Pasar
Hasan menambahkan, OJK terus mencermati perkembangan pasar di tengah dinamika global yang masih berlangsung.
"Terkait dampak dinamika global, OJK terus memantau pergerakan pasar serta berkoordinasi dengan SRO dan seluruh pelaku usaha dalam upaya mengambil langkah kebijakan yang diperlukan," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













