kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.692.000   -2.000   -0,12%
  • USD/IDR 16.455   -90,00   -0,55%
  • IDX 6.485   -120,73   -1,83%
  • KOMPAS100 947   -17,38   -1,80%
  • LQ45 731   -16,06   -2,15%
  • ISSI 204   -1,87   -0,91%
  • IDX30 378   -10,17   -2,62%
  • IDXHIDIV20 460   -10,54   -2,24%
  • IDX80 107   -1,84   -1,69%
  • IDXV30 113   -1,14   -1,00%
  • IDXQ30 124   -3,16   -2,48%

Nusantara Infrastructure (META) Anggarkan Capex Rp 150 Miliar untuk Tahun 2025


Minggu, 12 Januari 2025 / 10:00 WIB
Nusantara Infrastructure (META) Anggarkan Capex Rp 150 Miliar untuk Tahun 2025
ILUSTRASI. PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar Rp 150 miliar di tahun 2025.


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar Rp 150 miliar di tahun 2025.

Head of Corporate Communication & CSR PT Nusantara Infrastructure Tbk Indah D.P. Pertiwi mengatakan, sebagian besar dari capex di tahun 2025 itu akan dialokasikan untuk proyek Jakarta Outer Ring Road (JORR) Elevated. Proyek pembangunan JORR Elevated memiliki nilai investasi Rp 21 triliun.

“Sebagian lainnya akan dialokasikan untuk fixed asset keperluan operasional serta potensi pengembangan infrastruktur lainnya,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (8/1).

Indah menuturkan, anggaran capex di tahun 2024 juga belum terserap secara 100%. Sebab, terdapat beberapa penyesuaian proyek yang dianggap lebih optimal untuk dilaksanakan pada tahun 2025.

Baca Juga: Harga Tender Offer Rendah, Proses Delisting Saham META Berjalan Lambat

Sayangnya, META enggan menyebutkan lebih lanjut berapa jumlah total anggaran capex mereka di tahun 2024.

“Selain itu, untuk pencatatan keuangan sektor jalan tol sudah tidak lagi dikonsolidasikan di Nusantara Infrastructure (NI) di tahun lalu,” ungkapnya.

Pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025, META mencatatkan peningkatan lalu lintas harian rata-rata (LHR) di tol luar kota.

“Misalnya, seperti di Jalan Layang MBZ, selama masa Nataru cenderung mengalami peningkatan LHR sekitar 28,27% untuk golongan 1 dibandingkan kondisi normal,” tuturnya.

Lebih lanjut, META juga masih akan terus melakukan proses delisting sukarela dari Bursa Efek Indonesia (BEI) di tahun 2025. Proses delisting META sudah dimulai sejak mendapat persetujuan dari RUPS Independen tanggal 19 Desember 2023.

Awalnya, META menargetkan proses delisting dari BEI bakal selesai di tahun 2024. Namun, melalui keterbukaan informasi di laman BEI tanggal 4 Desember 2024, META mengumumkan perpanjangan masa penawaran tender sukarela.

Masa perpanjangan penawaran tender sukarela dalam rangka delisting dan menjadi perusahaan tertutup itu dimulai pada tanggal 6 Desember 2024 hingga 5 Maret 2025.

Pembayaran kepada partisipan yang menawarkan sahamnya dalam masa perpanjangan penawaran tender sukarela ini akan dilakukan pada tanggal 17 Maret 2025.

Baca Juga: BEI Akan Delisting 10 Saham di Tengah Tahun Depan, Perhatikan Jadwal Berikut!

“Proses delisting masih berjalan dengan perpanjangan penawaran tender sukarela karena jumlah pemegang saham masih belum memenuhi ketentuan go private, yaitu harus di bawah 50 pemegang saham,” paparnya.

Sebagai informasi, META sudah menjalankan proses penawaran tender sukarela selama 86 hari per 4 Desember 2024. Dalam periode itu, perseroan sudah membeli 3,79 miliar saham dari total 4,10 miliar saham yang menjadi objek dari penawaran tender sukarela.

Penawaran tender sukarela yang dilaksanakan oleh PT Metro Pacific Tollways Indonesia Services (MPTIS) sebagai pengendali META itu dilakukan di harga Rp 250 per saham. 
Nilai tersebut lebih tinggi 34% dari harga rata-rata harga tertinggi perdagangan harian META di BEI dalam jangka waktu 90 hari terakhir sebelum pengumuman RUPS untuk rencana go private, yakni Rp 187 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×