kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 16.793   -6,00   -0,04%
  • IDX 8.950   5,39   0,06%
  • KOMPAS100 1.233   1,42   0,12%
  • LQ45 871   -0,25   -0,03%
  • ISSI 324   0,18   0,06%
  • IDX30 444   0,48   0,11%
  • IDXHIDIV20 525   4,33   0,83%
  • IDX80 137   0,17   0,12%
  • IDXV30 146   1,20   0,83%
  • IDXQ30 143   0,37   0,26%

MSCI Batalkan Rencana Keluarkan Perusahaan Treasury Aset Digital dari Indeks


Rabu, 07 Januari 2026 / 08:49 WIB
MSCI Batalkan Rencana Keluarkan Perusahaan Treasury Aset Digital dari Indeks
ILUSTRASI. Morgan Stanley Capital International, MSCI (SOPA Images/via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Penyedia indeks global MSCI memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana mengecualikan perusahaan treasury aset digital atau digital asset treasury companies (DATCO) dari indeksnya.

Sebagai gantinya, MSCI akan melakukan kajian dan konsultasi yang lebih luas terkait perlakuan terhadap perusahaan non-operasional dalam metodologi indeks.

Dalam pernyataan resminya pada Selasa (6/1/2026), MSCI menyebutkan akan mempertahankan perlakuan yang berlaku saat ini terhadap perusahaan-perusahaan yang masuk dalam daftar awal DATCO.

Baca Juga: Bursa Asia Mixed, Mayoritas Indeks Turun Imbas Ketegangan antara China dan Jepang

Perusahaan dalam kategori ini didefinisikan sebagai emiten yang kepemilikan aset digitalnya mencapai 50% atau lebih dari total aset.

Dengan keputusan tersebut, Strategy (sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy) untuk sementara tetap masuk dalam indeks global MSCI.

Menyusul kabar ini, saham Strategy melonjak sekitar 6% pada perdagangan setelah jam bursa, meskipun sepanjang 2025 saham perusahaan tersebut tercatat telah anjlok sekitar 47,5%.

“MSCI mengonfirmasi bahwa Digital Asset Treasury Companies akan tetap berada dalam indeks MSCI pada peninjauan Februari 2026. Ini merupakan hasil positif bagi indeksasi netral dan realitas ekonomi,” tulis Strategy dalam unggahan di platform X.

MSCI mengungkapkan bahwa umpan balik dari investor menunjukkan adanya kekhawatiran bahwa sebagian DATCO memiliki karakteristik yang mirip dengan perusahaan investasi atau dana investasi, sehingga memunculkan perdebatan terkait kelayakan mereka masuk dalam indeks saham.

“Pembedaan antara perusahaan investasi dan perusahaan lain yang memegang aset non-operasional, seperti aset digital, sebagai bagian dari operasi inti bukan semata untuk tujuan investasi memerlukan riset lebih lanjut serta konsultasi dengan pelaku pasar,” jelas MSCI.

Baca Juga: Cek Saham Net Sell Terbesar Asing Saat IHSG Kembali Melonjak Kemarin, Selasa (6/1)

Ke depan, MSCI menyatakan akan mengevaluasi kemungkinan kriteria tambahan dalam penilaian kelayakan indeks, termasuk indikator berbasis laporan keuangan atau ukuran lainnya, untuk memastikan perlakuan yang lebih konsisten terhadap perusahaan dengan struktur aset yang tidak konvensional.

Langkah ini menandai sikap hati-hati MSCI dalam merespons meningkatnya peran aset digital di neraca perusahaan publik, sekaligus menjaga kredibilitas dan konsistensi metodologi indeks globalnya.

Selanjutnya: Bursa Australia Menguat Rabu (7/1), Sektor Pertambangan Memimpin Reli

Menarik Dibaca: IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Ini Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Rabu (7/1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×