kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.001,74   -2,58   -0.26%
  • EMAS981.000 0,10%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Momen The Merge Berpotensi Mendorong Harga Ethereum Menanjak


Jumat, 09 September 2022 / 13:52 WIB
Momen The Merge Berpotensi Mendorong Harga Ethereum Menanjak
Mata uang digital Kripto. Momen The Merge Berpotensi Membuat Harga Ethereum Naik.

Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ethereum berpotensi akan mengalami kenaikan harga dimana aset kripto terpopuler setelah Bitcoin itu akan memasuki fase The Merge.

CEO Indodax Oscar Darmawan menjelaskan, The Merge merupakan transisi jaringan Ethereum dari mekanisme proof-of-work (PoW) ke mekanisme proof-of-stake (PoS).

Menurutnya, dengan mekanisme PoS yang digadang gadang lebih efisien, memiliki potensi untuk bisa menaikkan permintaan ETH dan menaikkan harga ETH. 

Adanya perubahan pada protokol Ethereum ini, membuatnya memiliki beberapa keuntungan seperti penggunaan Energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Baca Juga: Harga Bitcoin Jatuh Dalam, Tekanan Jual Mengarah ke Level Terendah

Selama ini, Ethereum didapatkan dengan skema Proof of Work. Jika, dijelaskan secara sederhana, Ethereum didapatkan dengan cara mining atau penambangan, seperti Bitcoin.

"Mekanisme proof-of-work diclaim mengonsumsi energi listrik yang besar karena alat penambang Ethereum membutuhkan spesifikasi komputer tinggi dan rig mining yang komplit serta listrik yang besar,” jelas Oscar dalam siaran pers, Jumat (9/9).

Sedangkan Proof of staking atau mendapatkan ETH dengan staking hanya menggunakan modal internet sehingga lebih simpel dan ramah lingkungan.

Dengan kelebihan Proof of Stake ini, bisa membuat token Ethereum (ETH) lebih berharga sehingga memiliki potensi harga ETH akan naik setelah proses The Merge selesai meskipun sejatinya harga aset kripto bergantung pada kondisi pasar. 

Oscar pun menambahkan bahwa Upgrade Ethereum 2.0 ini terbagi dalam tiga fase dan terlihat cukup rumit karena benar benar merombak mekanisme konsensus Ethereum itu sendiri.

Terlebih, Ethereum bukan hanya sekadar koin namun merupakan jaringan blockchain yang banyak dimanfaatkan oleh hal lain seperti untuk NFT ataupun token token yang Berjalan di atas jaringan Ethereum. 

“Fase pertama upgrade ini diperkenalkan pada bulan Desember 2020 lalu dan berjalan paralel dengan main chain Ethereum yang disebut dengan Mainnet. Fase ini merupakan fase peluncuran Beacon Chain. Fase kedua yaitu fase The Merge di mana Mainnet dan Beacon Chain digabungkan dan jaringan Ethereum pun mulai beroperasi menggunakan mekanisme Proof-of-Stake (PoS),” jelas Oscar.

Baca Juga: Bitcoin Tidak Mati, Hanya Membosankan Saat Ini

Fase ketiga sekaligus fase terakhir dari Ethereum 2.0 disebut dengan sharding, yang kemungkinan besar akan diluncurkan pada tahun 2023, dimana Ketika sharding telah terjadi, Ethereum akan dapat menangani ribuan transaksi per detik.

Dengan adanya sharding ini tentu Oscar berharap berpengaruh pada penurunan gas fee. Karena selama ini, mahalnya gas fee merupakan kekurangan dari Ethereum itu sendiri.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×